nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengacara Pengguna Jasa Saracen Tampik Transfer Uang, Ini Jawaban Telak Polri

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 15 September 2017 19:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 15 337 1776869 pengacara-pengguna-jasa-saracen-tampik-transfer-uang-ini-jawaban-telak-polri-7R1M8dWk3x.jpg Ilustrasi berita hoax (foto: Okezone)

JAKARTA - Tim kuasa hukum tersangka kasus ujaran kebencian Asma Dewi membantah bahwa kliennya itu mentransfer uang Rp75 juta kepada sindikat Saracen. Mabes Polri angkat bicara soal hal tersebut.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menegaskan bahwa Saracen memang tidak memiliki rekening. Mengingat, kata Martinus, Saracen adalah suatu website atau akun.

Namun, Martinus menekankan bahwa penyidik Bareskrim memiliki bukti kuat, Asma Dewi mengirimkan sejumlah uang kepada sejumlah nama-nama yang tergabung di dalam Saracen.

"Kemudian dalam kaitan kasus Saracen ada pengacara tersangka Asma Dewi yang menyatakan bahwa tidak ada pengiriman kepada Saracen. Jelas, kepada Saracen memang tidak ada. Karena Saracen tidak punya no rekening. Saracen adalah sebuah web, saracen sebuah akun yang kemudian tidak punya rek. Ke mana dikirim? Dikirim adalah kepada nama-nama yang ada," papar Martinus di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (15/9/2017).

Kendati memiliki bukti kuat, Martinus menyatakan belum akan mempublikasikannya kepada khalayak. Mengingat, hal itu merupakan untuk kepentingan penyidik untuk menelusuri aliran dana lainnya yang belum terungkap.

"Supaya untuk menggali mendapatkan data-data yang lebih valid dari seorang tersangka Jasriadi, Asma Dewi ini bisa terungkap seluasnya, sebanyaknya. Ini yang sedang dilakukan oleh penyidik. Terus kami gali kami ungkap," jelas Martinus.

Dalam kasus Saracen dan Asma Dewi, Polisi telah menerima Laporan Hasil Analisis (LHA) dari Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hasil itu sudah diterima oleh penyidik, dan sedang didalami.

Mabes Polri memang menggandeng PPATK guna menelusuri sejumlah transaksi keuangan Asma Dewi dan Saracen. Kerjasama dengan PPATK diyakini akan membuka sejumlah fakta aliran dana yang mengalir.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini