Share

KPAI: Rekomendasi Kemenkes Terkait Sanksi Bagi Mitra Keluarga Lukai Hati Anak-anak Indonesia

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 15 September 2017 08:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 14 337 1776233 kpai-rekomendasi-kemenkes-terkait-sanksi-bagi-mitra-keluarga-lukai-hati-anak-anak-indonesia-W9AJeYr454.jpg

JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak (KPAI) menyatakan kekecewaan pihaknya terkait rekomendasi Menteri Kesehatan (Menkes), Nila F Moeloek terkait sanksi terhadap Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres terkait kasus kematian bayi Debora.

Dalam rekomendasinya, Menkes memerintahkan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan sanksi administrasi berupa teguran tertulis kepada Mitra Keluarga.

Rekomendasi tersebut didasari oleh hasil investigasi tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait dugaan kelalaian Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres dalam penanganan medis terhadap Debora.

"KPAI sangat prihatin atas hasil penelusuran investigasi pasien bayi D," kata Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty kepada Okezone, Kamis (14/9/2017).

Sitti memaparkan, dalam hasil investigasi tersebut, sejatinya Kemenkes menemukan adanya fakta --terutama pada poin G salinan hasil investigasi Menkes-- yang menyebutkan bahwa Mitra Keluarga mengetahui pasien tidak transferable, namun tetap meminta uang muka.

"Sayangnya kelalaian (rumah sakit) ini hanya dihargai dengan saksi administrasi, seolah nilai sesosok anak Indonesia tak lebih hanya setara dengan lembaran-lembaran kertas administrasi," ungkap Sitti.

Lebih lanjut, KPAI mengkritisi kesimpulan investigasi Menkes pada poin b yang menyebutkan terdapat kesalahan pada layanan administrasi dan keuangan yang diberikan oleh RS terhadap status pasien yang berakibat hilangnya nyawa seorang anak Indonesia bukanlah kesalahan yang sederhana adalah keliru.

"Tetapi fatal," tegas dia.

Untuk itu, KPAI mendorong penerapan ketentuan pidana bagi Mitra keluarga, sesuai dengan Pasal 359 KUHP yang menyatakan, "barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima ahun atau kurangan selama-lamanya satu tahun‎."

"Dalam pasal 359 tersebut R Soesilo (1996) menafsirkan bahwa kematian dalam Pasal 359 KUHP tersebut akibat kurang hati-hati atau lalainya terdakwa," ungkap Sitti.

(ydp)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini