nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FOKUS: Menilik E-Tilang Berbasis CCTV, Langkah Tegas Menindak Pengendara Pelanggar Aturan Lalu Lintas

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 13 September 2017 06:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 12 337 1774556 fokus-menilik-e-tilang-berbasis-cctv-langkah-tegas-menindak-pengendara-pelanggar-aturan-lalu-lintas-VhB45n8v7Y.jpg Penilangan pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. (Foto: Okezone)

PELANGGARAN lalu lintas tampaknya sudah semakin besar terjadi di jalanan Indonesia. Para pengendara seakan tidak lagi peduli dengan peraturan yang ada. Menerobos lampu lalu lintas, melewati batas zebra cross, hingga kurangnya kelengkapan kendaraan menjadi hal yang lazim ditemui. Penegakan hukum berupa bukti pelanggaran (tilang) lalu lintas secara sangat tegas pun dinilai sebagai solusi mengatasinya.

Lalu kini muncul inovasi baru berupa tilang elektronik (e-tilang) berbasis kamera closed circuit television (CCTV). Penerapan hal baru tersebut dikatakan patut dipertimbangkan, terutama di kota-kota besar Tanah Air. Proses penilangannya dilakukan ketika pengendara yang melanggar terekam CCTV. Selanjutnya pusat kendali CCTV akan mengolah data berupa lokasinya, jenis kendaraan, nomor pelatnya, hingga identitas pemilik.

Langkah berikutnya, data pelanggaran lalu dikirim ke alamat pemilik kendaraan berdasarkan surat tanda nomor kendaraan (STNK) atau surat izin mengemudi (SIM). Kemudian pelanggar bakal menyelesaikan sanksi melalui pengadilan dengan sidang, pembayaran denda secara daring (online), dan baru terbebas dari pelanggaran yang dilakukan.

Adapun kelebihan tilang berbasis elektronik adalah transparan serta valid, meminimalisasi jumlah petugas di lapangan, mengefisiensikan anggaran, lebih cepat ditindak, sampai bisa menimbulkan kesadaran diri dalam berlalu lintas di jalanan. Namun segala persiapan yang mencakup infrastruktur, kemampuan sumber daya manusia (SDM) pengelolanya, dan solusi jika terjadi masalah di lapangan haruslah sudah siap.

(Baca: FOKUS: Menyoroti Peraturan Pemilik Mobil di DKI Wajib Punya Garasi, Lancarnya Lalu Lintas Jadi Tujuan)

Sejumlah kota besar di Indonesia pada dasarnya sudah memiliki banyak CCTV, tapi nyatanya belum dimaksimalkan untuk e-tilang. Seperti di DKI Jakarta ada 6.500 CCTV yang baru digunakan untuk memantau pedagang kaki lima (PKL), kepadatan lalu lintas, dan kerawanan sosial. Di Bandung ada 136 CCTV yang difungsikan sebagai pemantauan lokasi strategis serta lalu lintas. Di Surabaya ada 2.000 CCTV yang digunakan untuk memantau titik rawan kejahatan hingga lalu lintas. Di Yogyakarta ada 65 CCTV yang dimanfaatkan guna memantau lalu lintas di simpangan empat. Serta di Makassar ada 69 CCTV yang masih untuk pemantauan lalu lintas dan mengantisipasi kejahatan.

Hal ini tentu masih jauh tertinggal dari negara-negara maju yang sudah menerapkan e-tilang melalui bantuan CCTV. Lihat saja Amerika Serikat sudah memberlakukannya sejak 2009 di 400 kota. Korea Selatan sebanyak ribuan CCTV. Jepang menerapkannya sejak 2014 hingga ke gang-gang kecil, dan dampaknya bisa mencegah kecepatan berlebihan kendaraan bermotor. Di Inggris ada ribuan CCTV yang mendeteksi sampai 14 juta mobil per hari. Kemudian negara tetangga Singapura sejak 2012 memasangnya hingga bisa mengadili 1.900 pelanggar.

Namun ternyata, ada masalah yang muncul. Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan saat ini banyak kendaraan yang bukan miliknya sendiri sehingga menyulitkan pendataan terkait alamat pelanggar. Kendala lainnya adalah banyak kendaraan pembelian bekas yang tidak segera dibalik nama."Jadi kalau mau, denda tilangnya dilakukan saat pembayaran pajak," ujar dia, sebagaimana dikutip dari Koran Sindo, Rabu (13/9/2017).

(Baca: FOKUS: Meninggalnya Bayi Debora, Saatnya Menghentikan Rentetan Dugaan Penelantaran Pasien oleh Rumah Sakit!)

Sementara Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo menerangkan bahwa kebijakan e-tilang yang berbasis CCTV belum diterapkan di sana karena masih tahap sosialisasi dan teguran kepada pengendara yang melanggar. Guna menerapkan kebijakan ini, pihaknya harus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung, terutama Dinas Perhubungan (Dishub). "Jika program tersebut akan diterapkan, pasti ada tahapan. Diawali sosialisasi terlebih dulu, uji coba, dan pelaksanaan," ucapnya.

Berbeda dengan daerah lain, Kota Surabaya justru berencana memberlakukan sistem ini Oktober mendatang. Selama sosialisasi pekan ini, semua pelanggaran terbukti terekam jelas. Data pelat nomor kendaraan secara otomatis terkonversi dalam database berupa tabulasi dan gambar.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya Robben Rico menuturkan, rencananya dilakukan uji coba di sekitar Terminal Bratang, sedangkan lokasi yang akan dilakukan penerapan sebenarnya di persimpangan Jalan Kertajaya-Dharmawangsa dan Dharmawangsa-Ir Moestopo. Maka itu, pihaknya bakal menambah CCTV di sana.

"Sekarang masih koordinasi terus dengan kepolisian dan kejaksaan untuk membahas teknis penindakan dan regulasi menggunakan rekam CCTV sebagai bukti pelanggaran," tuturnya.

(Baca: FOKUS: 16 Tahun Tragedi 9/11, Tekad dan Komitmen Dunia Bersatu Padu Menumpas Terorisme)

Polrestabes Surabaya pun langsung merespons cepat pelanggaran lalu lintas. Petugas satlantas telah mengirim surat teguran ke 100 pelanggar. Surat dikirim ke rumah masing-masing sebagai bagian sosialisasi kebijakan e-tilang berbasis CCTV per September 2017. Alamat pemilik kendaraan diperoleh dari rekam foto pelat nomor kendaraan berdasarkan data Dishub Surabaya yang dikirim ke Ditlantas Polda Jatim untuk divalidasi. Setelah itu, dibuatkan surat teguran disertai foto bukti pelanggaran.

"Untuk sementara ini memang baru pelanggar berpelat Surabaya yang akan ditindak tilang. Untuk pelat nomor luar kota, tim masih mencari formula yang tepat," tegas Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar.

Melalui inovasi penerapan teknologi kamera CCTV untuk tegas menindak pelanggar aturan lalu lintas ini diharapkan efektif menekan jumlah angka tilang. Kemudian pengendara menjadi lebih sadar bahwasanya tertib berlalu lintas sangat penting demi keselamatan jiwa dan raga diri sendiri serta orang lain. Hingga akhirnya, e-tilang berbasis elektronik dapat membuat arus lalu lintas kendaraan di jalanan Tanah Air lebih aman tertib.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini