Wasekjen PDIP: Pilgub Jatim Gunakan Pendekatan Kerja Sama Jas Merah dan Jas Hijau

Fahmy Fotaleno, Okezone · Rabu 13 September 2017 06:42 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 12 337 1774508 wasekjen-pdip-pilgub-jatim-gunakan-pendekatan-kerja-sama-jas-merah-dan-jas-hijau-0RZSkW1iRA.jpg Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. (Foto: Okezone)

JAKARTA-Sejauh ini, PDI Perjuangan belum memutuskan siapa calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang akan diusung dan didukung di Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2018 nanti.

Meski sudah ada dua nama yang paling sering disebut yakni Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan juga Khofifah Indar Parawansa, namun PDIP masih belum memastikan apakah akan mengusung kader partai atau kader di luar partai.

Apalagi kabar terbaru menyebutkan bahwa partai berlambang banteng tersebut berpeluang akan mengusung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP Ahmad Basarah mengatakan bahwa dalam konteks Pilkada Jatim pihaknya menggunakan pendekatan kerja sama jas merah dan jas Hijau.

"Kita Masih menunggu keputusan resmi Ketua Umum Ibu Megawati. Dan untuk konteks Pilkada Jatim ini menggunakan pendekatan kerja sama jas merah dan jas hijau alias kerja sama nasionalis dan nahdliyin," ujarnya kepada Okezone, Rabu (12/9/2017).

Ia menyebutkan bahwa untuk Cagub dan Cawagub Jatim yang akan diusung oleh PDIP diharapkan mewakili representasi kerja sama NU dan PDI Perjuangan. Dan ini merupakan pegangan PDIP dalam menentukan siapa yang akan diusung.

"Pegangan PDIP tentang calon gubernur yang menjadi aspirasi warga nahdliyin Jawa Timur adalah yang sesuai aspirasi para kyai-kyai dan dan aspirasi PWNU Jawa Timur," ungkapnya.(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini