nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Bayi Debora, Komnas PA Dorong Orangtua Laporkan RS Mitra ke Polisi

Reni Lestari, Jurnalis · Selasa 12 September 2017 07:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 12 337 1773962 kasus-bayi-debora-komnas-pa-dorong-orangtua-laporkan-rs-mitra-ke-polisi-bwUUPbjkcd.jpg Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait (Foto: Okezone)

JAKARTA – Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menegaskan, kasus kematian bayi berusia empat bulan, Tiara Debora Simanjorang tak boleh didiamkan. Perlu ditempuh upaya hukum agar menjadi efek jera bagi rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang adil kepada masyarakat.

Komnas PA, lanjut Arist mendorong pihak keluarga untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

"Kemarin sudah dilakukan pertemuan dengan keluarga bersama lawyer-nya untuk mendorong keluarga membuat laporan atau melaporkan RS Mitra Keluarga," kata Arist kepada Okezone, Selasa (12/9/2017).

(Baca Juga: Jika Pemerintah Absen Menindak, Orangtua Debora Pertimbangkan Gugat RS Mitra Keluarga)

Komnas PA sebelumnya juga telah menerjunkan relawan investigasi cepat untuk menyelidiki kasus ini serta memberikan pembelaan atas dasar hak anak.

Arist menceritakan kasus yang hampir serupa juga terjadi pada seorang anak yang mengalami demam tinggi dan ditolak oleh pihak Rumah Sakit Labuang Baji, Sulawesi Selatan. Orang tua yang bersangkutan telah mengantongi surat rekomendasi dari Dinas Sosial Kabupaten Labuan Baji sebaga warga kurang mampu. Namun, pihak rumah sakit tetap enggan memberikan perawatan.

"Kematian Debora di Rumah Sakit Mitra Keluarga dan penolakan terhadap anak di RS Labuang Baji membuktikan telah terjadi krisis kemanusiaan," ujar Arist.

(Baca Juga: Nah! Dugaan Pelanggaran Pidana di Kasus Bayi Debora Sedang Diselidiki)

Pihak rumah sakit bisa dipidana karena dinilai melanggar Undang-Undang (UU) No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Diketahui, setelah memanggil pihak RS Mitra Keluarga Kalideres, Dinas Kesehatan DKI Jakarta belum menentukan sanksi apa yang akan dijatuhkan. Saat ini tim investigasi dari Dinkes masih mendalami kasus tersebut.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini