nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE FILES: Wajib Tahu! Ini Ciri-Ciri Warteg Asli Tegal atau Bukan

Hantoro, Jurnalis · Selasa 12 September 2017 07:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 11 337 1773600 okezone-files-wajib-tahu-ini-ciri-ciri-warteg-asli-tegal-atau-bukan-Il9HFAsOJj.jpg Warung tegal (warteg). (Foto: Ist)

WARGA ibu kota Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia pasti tidak asing lagi dengan warung tegal atau populer disebut warteg. Tempat makan yang konon sudah ada sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno pada 1960-an dan dimiliki warga Kabupaten/Kota Tegal, Jawa Tengah, ini sangat diminati hampir semua orang karena menyediakan penganan yang lengkap, merakyat, serta murah meriah. Keberadaannya pun sangat mudah dijumpai, mulai pinggir jalan raya hingga di dalam gang-gang sempit.

Mayoritas warteg yang banyak ada sekarang berdiri di dekat-dekat perkantoran, lokasi proyek pembangunan, atau pusat perbelanjaan. Para pengusaha warteg memang diketahui menyasar orang-orang yang bekerja sampai berkunjung ke tempat-tempat itu sebagai pembeli makanannya. Bentuk bangunan dari warteg juga tidak jauh berbeda. Rata-rata seluas 3x3 meter, bercat cerah, memiliki beberapa pintu masuk, kaca yang ditulisi nama wartegnya, hingga etalase penuh sajian makanan.

(Baca: FOOD STORY: Muasal Warteg, Merantau ke Jakarta Orang Tegal Awalnya Menjual Nasi Ponggol)

Terlepas dari hal-hal yang dipaparkan itu, ternyata tidak semua warteg yang ada di sekitar kita merupakan asli milik orang Tegal. Banyak di antaranya yang ternyata dimiliki dan dikelola bukan oleh warga asli Tegal. Ada yang berasal dari daerah-daerah di sekitar Jawa Tengah yang masih berdekatan dengan Tegal, atau bahkan asal provinsi di ujung-ujung Pulau Jawa. Tapi jangan khawatir, sebagaimana dirangkum dari sejumlah sumber, Selasa (12/9/2017), berikut ini Okezone paparkan ciri-ciri warteg asli Tegal atau bukan.

Ciri khas tersebut meliputi tiga menu makanan yang disediakan penjualnya. Makanan pertama adalah mirong udang. Ini merupakan gorengan tipis dengan udang-udang kecil di atasnya. Di daerah lain biasa disebut rempeyek, tapi biasanya tidak tipis seperti di warteg asli Tegal.

Mirong udang di warung tegal biasanya disajikan dengan diletakkan begitu saja di etalase kaca depan yang paling atas. Tujuannya agar para pembeli cepat memperhatikannya hingga tergiur menikmatinya. Jumlah yang disediakan pun terbilang sangat banyak, bahkan bisa memenuhi satu tingkat etalase tersendiri. Lalu hebatnya, mirong udang selalu habis dibeli pelanggan setia warteg.

Miron udang. (Foto: Ist)

(Baca: OKEZONE FILES: Mengenal Kampung Tua Senen, Berawal Pasar Lalu Berangsur Jadi Permukiman Padat Penduduk)

Kekhususan kedua adalah adanya hidangan tempe goreng tipis. Di semua warteg memang selalu ada gorengan tempe, tapi mayoritas tebal-tebal, tidak kecil serta renyah. Jarang yang bisa menggoreng tipis sekali sebagaimana kemampuan pengelola warteg asli Tegal.

Perbedaan ketiga adalah adanya menu soto ayam. Penganan soto yang disediakan bisa berbentuk bening atau berkuah santan gurih. Di atasnya biasanya ditaburi kerupuk atau emping yang menimbulkan kesan renyah. Soto warteg ini disajikan per mangkok ketika ada yang memesan. Jadi, masih hangat saat dinikmati pembeli.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini