nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayi Debora Meninggal, Komisi VIII DPR Rekom Sanksi untuk RS Mitra Keluarga

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 11 September 2017 15:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 11 337 1773572 bayi-debora-meninggal-komisi-viii-dpr-rekom-sanksi-untuk-rs-mitra-keluarga-W3YvWtGETX.jpg DPR raker dengan Kemenkes (Fahreza/Okezone)

JAKARTA - Kematian bayi Tiara Debora di Rumah Sakit Mitra Keluarga menuai keprihatinan publik. Komisi VIII DPR RI akan merekomendasi sanksi untuk rumah sakit beralamat di Kalideres, Jakarta Barat itu karena diduga menelantarkan Debora gara-gara orangtuanya tak ada biaya perawatan hingga meninggal dunia.

Rekomendasi sanksi itu nantinya akan diserahkan langsung ke pemerintah saat rapat kerja dengan Menteri Sosial dan Menteri Kesehatan. Harapannya, untuk ditindaklanjuti secara tegas agar kasus serupa tak terulang di rumah sakit tersebut dan lainnya.

"Nanti akan kita berikan rekomendasi sanksi saat raker dengan Mensos dan raker dengan Menkes," kata Ali di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Ali menegaskan dalam kasus penelantaran bayi Debora, Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres diduga telah melabrak sejumlah aturan perundang-undangan. Pelanggaran aturan yang diduga dilakukan rumah sakit tercermin dari tiga unsur, di antaranya tidak melakukan tindakan, terlambat melakukan tindakan dan salah melakukan tindakan.

"Ada unsur pidananya. Itu masuk unsur pidana," pungkas politikus PAN itu.

(Baca juga: Polda Metro Selediki Kasus Kematian Bayi Debora di RS Mitra Keluarga)

Sebagaimana diketahui, Debora dibawa orangtuanya ke Rumah Sakit Mitra Keluarga pada 3 September 2017. Ia lalu meninggal dunia setelah orangtuanya tak sanggup membayar uang muka senilai Rp19 juta untuk dirawat di ruangan PICU. Manajemen RS Mitra Keluarga kemudian berupaya merujuk Debora ke rumah sakit lain yang mau menanggung pasien dengan asuransi BPJS. Namun, Debora keburu meninggal dunia.

Dalam rilisnya, manajemen RS Mitra Kelurga membantah tudingan kalau pihaknya menelantarkan Debora. Pihaknya mengklaim sudah berupaya menangani bayi asal Tangerang tersebut.

(Baca juga: KPAI: Kasus Bayi Debora Murni Diskriminasi karena Ada Pembiaran)

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty menduga ada diskriminasi dan pembiaran dilakukan RS Mitra Keluarga dalam penanganan Debora hingga bayi malang itu meninggal dunia. Ia meminta pemerintah memberi sanksi kepada rumah sakit. “Perlu dilakukan suatu sanksi,” tukasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini