nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkaca Kasus Bayi Debora, Puan: Tugas Utama Rumah Sakit adalah Memberikan Pelayanan terhadap Kemanusiaan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 11 September 2017 13:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 11 337 1773489 berkaca-kasus-bayi-debora-puan-tugas-utama-rumah-sakit-adalah-memberikan-pelayanan-terhadap-kemanusiaan-sFe5n6rDzH.jpg Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Foto Antara/M Agung Rajasa

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani meminta semua rumah sakit yang beroperasi di Indonesia lebih mengutamakan keselamatan pasien dalam kondisi darurat dibanding mempertimbangkan hal-hal yang bersifat komersil.

Sikap itu disampaikannya terkait kasus bayi Debora yang diduga tidak mendapat pelayanan oleh Rumah Sakit Mitra Kluarga, Kalideres, Jakarta Barat.

"Bagaimanapun juga tugas utama Rumah Sakit adalah memberikan pelayanan terhadap kemanusiaan," tuturnya dalam pernyataan resmi yang diterima Okezone, Senin (11/9/2017).

Baca Juga: Meninggalnya Bayi Debora, Menkes Buka-bukaan soal Kewajiban Rumah Sakit Layani Pasien Gawat Darurat

Puan yang saat ini berada di Kazakhstan dalam rangka KTT OKI, juga meminta kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di Pemerintah Daerah guna mengevaluasi SOP Penanganan Kedaruratan Pasien, utamanya untuk rumah sakit yang tidak memberikan layanan BPJS Kesehatan.

Terpisah, Menkes mengingatkan bahwa rumah sakit harus mau menolong pasien yang berada dalam kondisi gawat darurat dan tidak mengutamakan administrasi terlebih dahulu.

"Dalam keadaan gawat darurat sudah ada UU-nya tidak usah memperhitungkan dulu anggaran atau biaya," kata Menkes Nila di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Senin, menanggapi kasus meninggalnya bayi Debora di RS Mitra Keluarga Kalideres.

Baca Juga: Disebut Miliki Penyakit Jantung dan Gizi Buruk, Orangtua Debora Bantah Pernyataan RS Mitra Keluarga

Tiara Debora, bayi mungil berusia empat bulan, putri kelima pasangan Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang, warga Jalan Jaung, Benda, Tangerang tak dapat diselamatkan Minggu (3/9), meski kedua orang tuanya telah membawanya ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

Sebelumnya, Debora sudah seminggu terserang flu disertai batuk. Ibundanya, Henny, sempat membawanya ke RSUD Cengkareng untuk pemeriksaan. Dokter di sana kemudian memberinya obat dan nebulizer untuk mengobati pilek Debora. Namun kondisi Debora semakin parah Sabtu (2/9) malam.

Ia terus mengeluarkan keringat dan mengalami sesak napas. Kedua orang tua Debora pun membawanya ke RS Mitra Keluarga Kalideres dengan menggunakan sepeda motor. Tiba di rumah sakit, dokter jaga saat itu langsung melakukan pertolongan pertama dengan melakukan penyedotan (suction).

Memperhatikan kondisi Debora yang menurun, dokter menyarankan dirawat di ruang pediatric intensive care unit (PICU). Dokter pun menyarankan orang tua Debora untuk mengurus administrasi agar putrinya segera mendapatkan perawatan intensif.

Namun, karena RS tersebut tak melayani pasien BPJS, maka Rudianto dan Henny harus membayar uang muka untuk pelayanan itu sebesar Rp19.800.000. Namun Rudianto dan Henny hanya memiliki uang sebesar Rp 5 juta dan menyerahkannya ke bagian administrasi.

Ternyata uang tersebut ditolak, meski Rudianto dan Henny telah berjanji akan melunasinya segera. Pihak RS sempat merujuk Debora untuk dirawat di rumah sakit lain yang memiliki instalasi PICU dan menerima layanan BPJS.

Setelah menelpon ke sejumlah RS, Rudianto dan Henny tak juga mendapatkan ruang PICU kosong untuk merawat putrinya. Kondisi Tiara Debora terus menurun hingga akhirnya dokter menyatakan bayi ini meninggal dunia.

Rudianto dan Heni sangat terpukul atas meninggalnya Debora. Mereka tak terima dengan perlakuan pihak rumah sakit terhadap putri mereka. Usai mengurus administrasi rumah sakit, Rudianto dan Henny membawa pulang jenazah putrinya menggunakan motor.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini