nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Salut! Peduli atas Krisis Rohingya, Gubernur Aceh Surati Pemerintah Myanmar

Rayful Mudassir, Jurnalis · Minggu 10 September 2017 15:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 10 337 1773034 salut-peduli-atas-krisis-rohingya-gubernur-aceh-surati-pemerintah-myanmar-TZAELIcjj9.jpg Aksi salat gaib untuk Rohingya.

JAKARTA - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf melayangkan surat kepada pemerintah Myanmar melalui Kedubes Myanmar untuk Indonesia terkait kekerasan yang pecah di wilayah Rakhine, Myanmar dua pekan terakhir. Surat tersebut berisi permohonan Pemerintah Aceh untuk menemukan solusi damai di wilayah konflik itu.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin menyebutkan, dalam surat itu Irwandi Yusuf menyatakan keprihatinanya terhadap konflik yang telah menelan ratusan korban jiwa itu. Serta menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi.

Mulyadi Nurdin menjelaskan surat yang ditulis dalam bahasa inggris tersebut, dibuat oleh Gubernur Aceh tertanggal 8 September 2017. Rencananya dalam waktu dekat akan segera dikirim ke Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta.

"Surat itu dilayangkan Gubernur Irwandi Yusuf sebagai bentuk kepedulian yang tinggi terhadap isu kemanusiaan, perdamaian dunia, serta Hak Asasi Manusia," kata Mulyadi Nurdin dalam keterangan yang diterima Okezone, Minggu (10/9/2017).

Dalam surat itu dituliskan, sebagai provinsi yang telah mengalami 30 tahun konflik bersenjata, termasuk 15 tahun di bawah status Zona Operasi Militer. Pada tahun 2005 konflik Aceh diselesaikan melalui proses perdamaian. Pemerintah Aceh juga sangat menyesal

tindakan Pemerintah Myanmar yang memaksakan operasi militer di negara bagian Rakhine itu.

[Baca Juga: Menanti Perdamaian Abadi Bersemi untuk Rohingya]

"Pengalaman konflik bersenjata di Aceh hanya menyebabkan kemunduran kehidupan sosial dan ekonomi dan membawa kerugian besar bagi korban yang kebanyakan adalah warga sipil," ujar Mulyadi Nurdin mengutip surat Gubernur Aceh tersebut.

Gubernur Aceh meminta Pemerintah Myanmar agar tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan, serta mendesak untuk mengakhiri operasi militer di Rakhine. Operasi ini dinilai hanya akan memperpanjang siklus kekerasan dan menghasilkan radikalisme.

"Ini bahkan bisa menyebabkan perang sipil yang lebih luas. Upaya pencegahan konflik harus diprioritaskan untuk menjaga stabilitas politik di kawasan ASEAN, terutama karena beberapa negara ASEAN dan komunitas Muslim telah bereaksi keras terhadap kekerasan bersenjata di Negara bagian Rakhine." tulis Gubernur Aceh.

Dalam surat tersebut Irwandi juga meminta Pemerintah Myanmar untuk bekerja sama dengan PBB, ASEAN dan Komunitas Internasional yang lebih luas untuk memulai proses pembangunan perdamaian. Disamping itu berkomitmen untuk menegakkan Hak Asasi Manusia dan Demokrasi sebagai pilar strategi komprehensif untuk membawa stabilitas keamanan dan perdamaian ke Rakhine.

"Kami meminta Pemerintah Myanmar untuk memulai proses stabilisasi politik dan pembangunan perdamaian antara warga Rakhine dan Muslim Rohingya." isi surat itu.

 [Baca Juga: Prihatin Tragedi Rohingya, Begini Ragam Reaksi Wakil Rakyat Indonesia]

Surat tersebut juga menerangkan bahwa Aceh dengan sepenuh hati mendukung Pemerintah Indonesia, sebagai negara terbesar di kawasan ASEAN, dalam keterlibatan intensif dengan Pemerintah Myanmar untuk mengakhiri kekerasan dan membuka akses kemanusiaan di Rakhine.

 

Selanjutnya, Pemerintah Aceh berharap agar Pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya membawa perdamaian yang abadi melalui pembentukan kerangka hukum untuk melindungi semua penghuni Rakhine tanpa membedakan ras, etnis, dan agama, dengan perhatian khusus pada kelompok rentan.

Dalam hal ini, Aceh juga menyatakan siap mendukung keterlibatan Indonesia dalam menemukan solusi terhadap krisis Rakhine.

"Aceh siap untuk berbagi pengalaman dengan Pemerintah Myanmar dan mendukung realisasi pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian di Negara bagian Rakhine," jelas Mulyadi Nurdin mengutip surat Gubernur Aceh. (sym)

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini