Bela Negara, Wiranto: Jangan Sampai Bhinneka Tunggal Ika Tergerus!

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 08 September 2017 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 08 337 1771978 bela-negara-wiranto-jangan-sampai-bhinneka-tunggal-ika-tergerus-PDonIkIh9e.jpg Menko Polhukam, Wiranto (foto: Rizki/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto merasa tidak asing saat memberikan kuliah umum dalam pelantikan Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta. Hal tersebut disampaikan Wiranto sesaat membuka pidatonya mengenai Pendidikan dan Bela Negara.

"Ya terus terang, kalau saya masuk ke kampus di sini saya merasa bukan tempat asing, karena beberapa waktu lalu saya di sini untuk menimba ilmu, dan alhamdulillah memang apa yang saya peroleh di sini sangat bermanfaat bagi diri saya sendiri," kata Wiranto mengawali pidatonya, di Gedung Bung Hatta, Kompleks Kampus UNJ Jakarta Timur, Jumat, (8/09/2017).

Wiranto menjelaskan, memang betul bahwa ada keperihatinan terhadap situasi saat ini. Dinamika masyarakat sangat tinggi perubahannya. Perilaku masyarakat sudah sulit untuk diprediksi. Kehadiran teknologi informasi yang semakin canggih sehingga menyebabkan perubahan perilaku publik menjadi lebih moderen.

"Disatu sisi kita syukuri, namun disisi lain ada kerawanan-kerawanan yang sangat luar biasa," kata Wiranto.

17 tahun yang lalu pengguna internet baru 1,9 juta sekarang 132 juta, dan pengguna handphone 20 juta sekarang 300 juta. Namun lanjutnya perkembangan teknologi yang kian pesat tersebut dimanfaatkan kelompok tertentu untuk mengganggu keamanan nasional.

Menurutnya, ancaman saat ini sangat multidimensional yang juga melibatkan orang-orang Indonesia. Seperti korupsi, radikalisasi, narkoba, human traficking, ilegal loging, dan ilegal fishing.

"Banyak orang Indonesia terlibat sebagai ancaman itu sendiri, ancaman itu nyata, dahsyat, lebih kuat dan ada angkanya," terang Jendral TNI (Purn) itu.

Ancaman tersebut masuk dengan mudah di Indonesia lantaran ada pelemahan terhadap titik-titik sistem pertahanan.

"Kondisi reformasi ini ada simpul kita yang terdegradasi tergerus yaitu Pancasila, pemahaman UUD 1945, perasaan memiliki negeri ini, dan Bhineka Tunggal Ika yang tergerus. Kalau itu tidak kita tangani semakin hari semakin lemah negara kita rentan terhadap perpecahan," sambungnya.

Untuk itu, Wiranto mengajak untuk sama-sama mempelopori membela negara kita karena ancaman kita ini bukan lagi militer tapi multidimensional yang melibatkan orang kita.

"Ayo kita sadarkan diri sendiri dan orang lain untuk bela negeri ini, ujungnya supaya warga Indonesia merasa memiliki negeri ini setelah punya perasaan cinta pasti muncul rasa ingin membela," tambahnya.

Diakhir pidatonya, Wiranto yang juga sebagai salah satu dewan pembina IKA UNJ itu tak lupa mengucapkan selamat kepada ketua IKA terpilih. "Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Juri Ardiantoro," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini