Ingin Tahu Perpres Pendidikan Penguatan Karakter? Begini Isinya...

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 06 September 2017 21:42 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 06 337 1770785 ingin-tahu-perpres-pendidikan-penguatan-karakter-begini-isinya-DZ6vjIuftf.jpg Presiden RI Joko Widodo bersama perwakilan ormas (Foto: Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Penguatan Karakter (PPK) di Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat.

‎"Jadi baru saja saya tanda tangani Perpres pendidikan karakter didampingi ormas-ormas. Saya senang sekali semuanya memberikan dukungan penuh," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (6/9/2017).

 (Baca: Sah! Presiden Jokowi Terbitkan Perpres tentang Pendidikan Penguatan Karakter)

Dalam catatan Okezone, Perpres tersebut menyebutkan bahwa penerapan pendidikan karakter bertujuan untuk membekali peserta didik menjadi generasi emas di tahun 2045. Selain itu, juga diatur penerapan sistem pendidikan karakter haruslah memperhatikan keberagaman budaya Indonesia.

Terkait dengan penolakan penerapan 5 hari sekolah yang masif dilakukan NU, sekolah diberi opsi apakah menerapkan 6 hari ataupun 5 hari sekolah. Ketentuan pemberlakuan hari sekolah diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan bersama dengan komite sekolah/madrasah.

 (Baca juga: PBNU Apresiasi Penerbitan Pepres Tentang Penguatan Pendidikan Karakter)

Mengacu pada perpres,ketentuan hari yang akan diberlakukan harus didasarkan pada beberapa hal diantaranya: kecukupan pendidik dan tenaga pendidikan, ketersediaan sarana dan prasarana, kearifan lokal serta pendapat tokoh masyarakat, tokoh agama diluar komite sekolah/madrasah.

Sekadar diketahui, Perpres tersebut ditandatangani setelah menerima masukan dari pimpinan Ormas Islam di Indonesia. Ormas tersebut di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Jam'iyatul Al-Washliyah, Dewan Dakwah Islam Indonesia, Mathla'ul Anwar, Tarbiyah Islamiyah, Forum Komunitas Diniyah Takmiliyah, Rabithh Ma'ahid Islamiyah, MUI, dan ICMI.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini