nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berbahaya! Relawan Indonesia Tak Perlu Paksakan Diri Masuk Myanmar

Febrianto, Jurnalis · Kamis 07 September 2017 06:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 06 337 1770589 berbahaya-relawan-indonesia-tak-perlu-paksakan-diri-masuk-myanmar-WH5umyqkSw.jpg
Berbahaya! Relawan Indonesia Tak Perlu Paksakan Diri Masuk Myanmar
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid khawatir bila masyarakat Indonesia berniat menjadi relawan di Rohingya, justru malah membahayakan mereka. Hal ini karena mereka belum mengetahui situasi dan kondisi keamanan disana, meski itu merupakan hak setiap individu untuk berangkat.
"Saya khawatir kalau kesana nanti akan justru membahayakan yang berangkat. yang berangkat ini kan warga kita, kita berikan peringatan supaya keamananannya di sana kita belum tahu seperti apa," kata Meutya, di Jakarta, Rabu (6/9/2017).
Tak hanya itu saja, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hubungan Luar Negeri ini juga khawatir keberadaan masyarakat Indonesia yang ingin jadi relawan malah bisa membahayakan warga Rohingya sendiri.
"Khawatir membuat suasana di sana semakin memanas, kalau memanas kita khawatir warga Rohingya yang justru kita ingin selamatkan dan minta perlindungan kepada pemerintah malah jadi sebaliknya," ucap Meutya.
Meutya menuturkan aksi solidaritas bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan, tak harus dengan berangkat kesana.
"Tentu solidaritas tidak boleh membahayakan diri kita dan warga Rohingya nya. Jangan sampai ketika datang justru malah membuat langkah yang kurang cermat dan membuat kesulitannya semakin bertambah," tegasnya.
Sebelumnya Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengingatkan bahwa masyarakat yang ingin berangkat menjadi relawan untuk membantu etnis Rohingya tidak bisa sembarangan. Harus ada aturan dan proses yang mesti dilewati terlebih dulu. (feb)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid khawatir bila masyarakat Indonesia berniat menjadi relawan di Rohingya, justru malah membahayakan mereka. Hal ini karena mereka belum mengetahui situasi dan kondisi keamanan disana, meski itu merupakan hak setiap individu untuk berangkat.

"Saya khawatir kalau kesana nanti akan justru membahayakan yang berangkat. yang berangkat ini kan warga kita, kita berikan peringatan supaya keamananannya di sana kita belum tahu seperti apa," kata Meutya, di Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Tak hanya itu saja, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hubungan Luar Negeri ini juga khawatir keberadaan masyarakat Indonesia yang ingin jadi relawan malah bisa membahayakan warga Rohingya sendiri.

"Khawatir membuat suasana di sana semakin memanas, kalau memanas kita khawatir warga Rohingya yang justru kita ingin selamatkan dan minta perlindungan kepada pemerintah malah jadi sebaliknya," ucap Meutya.

Meutya menuturkan aksi solidaritas bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan, tak harus dengan berangkat kesana.

"Tentu solidaritas tidak boleh membahayakan diri kita dan warga Rohingya nya. Jangan sampai ketika datang justru malah membuat langkah yang kurang cermat dan membuat kesulitannya semakin bertambah," tegasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengingatkan bahwa masyarakat yang ingin berangkat menjadi relawan untuk membantu etnis Rohingya tidak bisa sembarangan. Harus ada aturan dan proses yang mesti dilewati terlebih dulu. (feb)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini