Share

Didampingi Biro Hukum, 3 Penyidik KPK Diperiksa soal Kasus E-Mail Novel Baswedan

Badriyanto, Okezone · Rabu 06 September 2017 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 06 337 1770413 didampingi-biro-hukum-3-penyidik-kpk-diperiksa-soal-kasus-e-mail-novel-baswedan-UjjKGxH0ct.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo di Polda Metro Jaya (foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya memeriksa tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan pencemaran nama baik malalui email yang dilakukan penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, pemeriksaan berkaitan dengan laporan Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman dengan terlapor Novel Baswedan.

"Itu ada penyidik KPK yang diperiksa, tiga orang," ungkap Argo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (6/9/2017).

 (Baca juga: Kasus E-Mail Novel Baswedan, Direktur Penyidikan KPK: Proses Hukum Biar Berjalan Apa Adanya)

Argo menambahkan, pemeriksaan masih sedang berlangsung di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Saat diperiksa, tiga penyidik tesebut didampingi Biro Hukum KPK.

"Itu kan dikawal biro hukum sama bagian apa itu. Di polisi kan pemeriksaan saksi boleh didampingi penasehat hukum, bebas, boleh saja," tuturnya.

 (Baca juga: Direktur KPK Laporkan Novel Baswedan ke Polda Metro, Jaksa Teliti dan Pantau Penyidikan Kasusnya)

Sekadar diketahui, Aris Budiman melaporkan Novel Baswedan pada 21 Agustus 2017 lantaran tidak terima disebut sebagai Direktur Penyidikan KPK tidak berintegritas dan terburuk sepanjang sejarah, tudingan itu dikirim melalui email oleh Novel Baswedan dan disebar ke pegawai KPK.

Pada hari yang sama, polisi langsung mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor: SP.Sidik/524/VIII/2017/Ditreskrimsus, tepat pada hari Novel Baswedan dilaporkan.

Satu pekan kemudian, penyidik melakukan gelar perkara dan menaikkan status laporan tesebut ke tahap penyidikan melalui Surat Perintah Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang kemudian dikirim ke pelapor, terlapor dan Kejati DKI Jakarta.

Dalam kasus tersebut, Novel Baswedan terancam dijerat Pasal 27 ayat 3 junto Pasal 45 Ayat 3 UU ITE, atau Pasal 310 atau 311 KUHP tentang tindak pidana pencemaran nama baik atau penghinaan atau fitnah melalui media elektronik.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini