Majelis Dzikir Hubbul Wathon Apresiasi Komunikasi Antara Pemerintah dan PBNU

Awaludin, Okezone · Selasa 05 September 2017 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 05 337 1769953 majelis-dzikir-hubbul-wathon-apresiasi-komunikasi-antara-pemerintah-dan-pbnu-icW06ugukM.jpg Sekjen MD Hubbul Wathon, Hery saat bersama Presiden Jokowi (foto: Ist)

JAKARTA - Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB-MD Hubbul Wathon) mengapresiasi komunikasi antara pemerintah dan PBNU terkait Perpres Peningkatan Pendidikan Karakter (PPK) peserta didik.

"Secara kelembagaan, Hubbul Wathon apresiasi pemerintah dan PBNU terkait PPK," kata Sekretaris Jenderal MD Hubbul Wathon, Hery Haryanto Azumi, saat dihubungi, Selasa (5/9/2017).

Ia pun menganggap Perpres Peningkatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai solusi yang tepat terkait masalah pendidikan di Indonesia saat ini. PPK sendiri diyakini banyak kalangan tidak akan mengesampingkan Madrasah Diniyah.

"PPK membuat Madrasah Diniyah mempunyai nilai tawar lebih ketimbang sekolah umum," tambahnya.

Ketua Umum PB-PMII 2005-2008 tersebut menanggapi isu Full Day Scholl (FDS) yang terus menjadi komoditas dikalangan masyarakat. Ia pun berharap ada komunikasi langsung antara pemerintah dan PBNU.

“Agar tidak berkembang liar dan tidak produktif, sebaiknya presiden segera mengundang para stakeholder pendidikan karakter agar dapat menyerap aspirasi secara langsung. Jika salah menangani gejolak dan kontroversi ini, dikhawatirkan kaum Nahdliyin merasa ditinggalkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Secara pribadi, lanjut dia, sangat mengapresiasi kegigihan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin yang terus memperjuangkan keberlangsungan Madrasah Diniyah. Sehingga terjadi dialog yang konstruktif dan membangun dengan pemerintah sebagai pengambil kebijakan.

“Ke depan banyak permasalahan bangsa yang dapat diselesaikan dengan kegigihan dan dialog dengan semangat mencari jalan keluar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengundang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj ke Istana Negara untuk membahas Perpres Peningkatan Pendidikan Karakter.

Meskipun belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan PBNU terkait Perpres tersebut, sudah muncul kabar bahwa PBNU sepakat terkait Perpres PPK karena hal tersebut diyakini bisa mengakomodir antara pendidikan formal dan Madrasah Diniyah.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini