nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE FILES: Mengenal Kampung Tua Senen, Berawal Pasar Lalu Berangsur Jadi Permukiman Padat Penduduk

Hantoro, Okezone · Selasa 05 September 2017 07:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 03 337 1768339 okezone-files-mengenal-kampung-tua-senen-berawal-pasar-lalu-berangsur-jadi-permukiman-padat-penduduk-r9tmoi5iqy.jpg Kampung Senen tempo dulu. (Foto: Ist)

WARGA Jakarta pasti cukup mengenal wilayah Pasar Senen di pusat Ibu Kota. Selain terkenal dengan kondisinya yang padat penduduk, ternyata Senen merupakan kampung tua yang menyimpan banyak sejarah. Sebut saja kisah dari lokasi pasar menjadi permukiman warga. Nama Senen mula-mula dari hari, berlanjut menjadi nama pasar, kemudian nama kampung, nama kelurahan, dan bahkan menjadi nama kecamatan yaitu Senen di wilayah Jakarta Pusat.

Kemudian sejarahnya diawali pada sekira 1793, ketika seorang tuan tanah Justinus Vinck berniat membuat sebuah pasar di kawasan Senen usai melihat potensi yang ada. Kala itu wilayah Senen yang berupa rawa dan belukar, lalu hasil perkebunan yang melimpah hingga berkembangnya perekonomian di sana, menjadi hal yang melatarbelakangi rencana sang juragan tersebut.

Sebagaimana dikutip dari situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Selasa (5/9/2017), usai mendapat izin dari Pemerintah Hindia-Belanda melalui Gubernur Abraham Petrus pada 30 Agustus 1735 tanah tersebut dijual oleh Vinck kepada Mossel guna dibangun pusat perdagangan. Di sekitar Pasar Senen turut dibuat sebuah kanal untuk menghindari banjir di sana.

Di wilayah Senen kemudian dibangun pasar, juga ada kompleks militer di sepanjang Jalan Kenanga, Kwini, hingga Lapangan Waterloop (sekarang Lapangan Banteng). Di sana turut didirikan perumahan opsir Belanda dan gedung milik tuan tanah. Sedangkan di Jalan Gunung Sahari, sepanjang Kali Ciliwung, banyak pejabat Belanda mendirikan tempat peristirahatan, sehingga sekira abad 18 wilayah tersebut merupakan terlihat elite.

Melalui berbagai fasilitas ini, Senen mulai banyak didatangi orang, di antaranya pedagang asal China. Kemungkinan besar merekalah penghuni pertama di Senen dan hal ini terlihat adanya beberapa nama jalan yang bernuansa Mandarin, misalnya Gang Tjap Go Keng di barat proyek Blok I Senen.

Kawasan Senen mulanya pusat perdagangan, kemudian secara berangsur-angsur menjadi perkampungan. Hingga akhirnya banyak pendatang dari luar Jakarta masuk ke Senen untuk mengadu nasib bekerja sebagai pegawai pemerintah maupun wiraswasta.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini