OKEZONE STORY: Kakbah Jadi Rangkaian Ibadah Tawaf Berhaji, Wajib Tahu Sejarahnya

Hantoro, Okezone · Minggu 03 September 2017 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 03 337 1768326 okezone-story-kakbah-jadi-rangkaian-ibadah-tawaf-berhaji-wajib-tahu-sejarahnya-6A4uojpACP.jpg Jamaah haji tawaf mengelilingi Kakbah. (Foto: Dok Okezone)

SETIAP jamaah haji dari seluruh dunia di tanah suci Makkah, Arab Saudi, pasti menjumpai Kakbah. Mereka bersalat maupun melakukan tawaf atau mengelilingi bangunan yang menjadi kiblat ini sebanyak tujuh kali. Tapi tahukah Anda, bagaimana bangunan Kakbah bisa ada sampai sekarang. Berikut akan Okezone paparkan sejarahnya secara singkat.

Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Minggu (3/9/2017), diriwayatkan bangunan Kakbah dipugar oleh Nabi Ibrahim alaihissalam dan putranya Nabi Ismail alaihissalam. Keduanya meninggikan Ka’bah al Musyarrafah (Kakbah yang suci) atas perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kakbah memiliki tinggi 9 hasta (4,5 meter); panjangnya dari arah timur 32 hasta (16 meter), dari arah barat 31 hasta (15,5 meter), dari arah selatan 20 hasta (10 meter), dan dari arah selatan 22 hasta (11 meter).

Awalnya wilayah di Kompleks Masjidil Haram, lokasi Kakbah saat ini, merupakan sebuah tanah lapang yang panas dan gersang. Hingga suatu saat terjadi peristiwa dari istri Nabi Ibrahim alaihissalam yakni Hajar dan Nabi Ismail alaihissalam yang memunculkan air zamzam kemudian membuat tempat tersebut berkah seperti sekarang.

Di dalam Alquran, hal ini pun dijelaskan:

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur." (QS Ibrahim: 37)

Kakbah sendiri dalam kitab suci Alquran dan hadis dinamai dengan beberapa sebutan yaitu Bait (Rumah), Baitulharam (Rumah Suci), Baitullah (Rumah Allah), Bait al Ateeq (Rumah Tua), dan Awal ul Bait (Rumah pertama). Ketika kembali membangunnya, Nabi Adam dan Ismail menggunakan bebatuan dari Bukit Hira, Qubays, dan tempat lainnya.

Di salah satu sisi bangunan ada sebuah batu hitam besar yang dikenal dengan nama Hajar Aswad. Batu ini tersimpan di Bukit Qubays saat masa Nabi Nuh ketika banjir besar melanda. Batu ini sangat istimewa karena diberikan oleh Malaikat Jibril. Umat Islam yang hadir di sana menyempatkan mencium Hajar Aswad karena mencontoh dari Nabi Muhammad Salallahu Alaihi wa Salam.

Usai dibangun, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Nabi Ibrahim alaihissalam untuk memerintahkan umat berziarah ke Kakbah yang didaulat sebagai Baitullah. Dari sinilah awal mulanya haji, ibadah akbar bagi umat Islam di seluruh dunia. Seperti firman Allah Subhanau wa Ta’ala:

"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (QS Ali Imran: 96).

Lalu dalam rangkaian ibadah haji terdapat prosesi tawaf atau mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali. Ini sebagai bentuk berputar 360 derajat sebagaimana Bumi mengelilingi matahari. Demikian juga planet-planet lain. Selanjutnya di lingkaran Kakbah merupakan area yang penuh doa dan zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sementara itu di bangunan Kakbah juga terdapat bagian-bagian seperti Hijir Ismail yang merupakan sebuah tempat di sebelah utara yang berbentuk setengah lingkaran. Ini dibangun oleh Nabi Ibrahim alaihissalam, dan termasuk bangunan suci umat Islam. Lalu Kakbah kini ditutup oleh kain kiswah yang terbuat dari kain sutera dan benang emas, serta diganti setiap 9 Zulhijah.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini