nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Kunker ke Sukabumi, Yuk Intip Fasilitas Mewah Keretanya...

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 31 Agustus 2017 15:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 31 337 1766987 presiden-jokowi-kunker-ke-sukabumi-yuk-intip-fasilitas-mewah-keretanya-R1xBpfiAg6.jpg Kereta Khusus Ini Mengangkut Rombongan Presiden Jokowi yang Akan Merayakan Idul Adha di Sukabumi (Foto: Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Sepasang pramugara dan pramugari kereta api ‎tak henti-hentinya melempar senyuman kala Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan akan bertolak ke Stasiun Sukabumi, Jawa Barat yang akan merayakan Idul Adha 1438 Hijriah di Sukabumi dengan menunggangi Kereta Api Luar Biasa dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam lawatannya itu, Presiden Jokowi memboyong sebanyak 140 orang termasuk sang isteri Iriana Joko Widodo dan putrinya Kahiyang Ayu.

Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta Suprapto‎ mengatakan, Presiden Jokowi dan rombongan bertolak ke Sukabumi dengan ‎menggunakan tujuh Kereta Api Luar Biasa yang kerap dipesan oleh orang-orang yang ingin berpariwisata. Kereta-kereta tersebut antara lain Nusantara, Bali, Toraja, Sumatera, Jawa, Imperial, dan Priority.‎‎

PT KAI juga memfasilitasi rombongan kenegaraan itu dengan satu kereta yang digunakan untuk jamuan makan Kepala Negara dan ‎dua kereta jenis eksekutif dengan kapasitas per kereta 50 tempat duduk. "‎Sementara Presiden dan rombongan akan menempati dua kereta khusus pariwisata," kata Suprapto, Kamis (31/8/2017).‎

Lalu, seperti apa kereta pariwisata yang mengangkut rombongan Kepala Negara itu?‎‎

Untuk diketahui, Kereta Api Bali merupakan gerbong dengan hiasan ornamen khas Bali. Kereta ini sering dipakai oleh Presiden untuk melakukan kunjungan kerja ke pelbagai daerah di Jawa. Sebagai kereta Presiden, kereta ini satu paket dengan kereta Nusantara dan kereta Toraja.

Ruang utama kereta Bali sama dengan kereta Nusantara yaitu kursi yang membelakangi jendela, namun juga memiliki kesamaan dengan kereta Toraja, yaitu sama-sama memiliki kompartemen atau ruang VVIP dengan 6 kursi.

Kereta ini cuma mampu memuat 20 penumpang saja. Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menaiki Kereta Api ini saat mengunjungi pengungsi erupsi Gunung Kelud, Kediri.

Sementara Kereta Jawa, dibuat dengan nuansa khas Jawa. Kereta ini terinspirasi dari pengembangan interior kereta Nusantara. Terlebih kereta yang dapat memuat 20 penumpang ini telah dilengkapi fasilitas kamar tidur, ruang keluarga, serta ruang makan yang bersebelahan dengan mini bar. Terdapat ruang utama dengan sofa untuk 14 orang, dan enam kursi di ruang makan yang dapat difungsikan sebagai ruang meeting.‎

Berdasarkan pantauan Okezone di Stasiun Gambir, Presiden Jokowi menempati Kereta Api Khusus Kereta Jawa dan Kereta Bali tersebut. Dua gerbong kelas VVIP itu memang tempat paling mewah dari lima kereta lainnya yang akan membawa rombongan pemerintah.

‎‎

Tampak makanan telah tersaji untuk Kepala Negara di gerbong yang bergandengan dengan Kereta Jawa dan Bali tersebut. Bahkan, ‎terdapat bagian yang dijadikan ruang pertemuan bagi rombangan yang membawa orang nomer satu di Indonesia itu.‎

"Jar‎ak yang ditempuh Kereta Api Khusus ini dari Gambir menuju Sukabumi sepanjang 106,393 kilometer dengan waktu tempuh berkisar 182 menit," ujar Suprapto.

Istana Konfirmasi PT KAI Dua Hari Sebelum Keberangkatan

PT KAI baru beritahu bahwa Presiden Jokowi ‎akan menunggangi Kereta Api Cepat Luar Biasa pada Selasa 29 Agustus 2017. Saprapto memastikan bahwa permintaan pemerintah itu dapat dipenuhi oleh pihaknya.

‎"Kalau kita memang ada SOP-nya dan kita ada standar pelayanan minimum. Persiapannya paling jumlah personilnya saja, dan dari sisi keamananya juga.‎Kita mengikuti prosedur tetap presiden. Dan melakukan ‎pendataan," terang Suprapto.‎

Selama dua hari, Kepala Negara akan berkunjung ke Sukabumi. Menurut Suprapto, Presiden Jokowi telah berkali-kali menggunakan moda transportasi Kereta Api Luar Biasa ‎untuk melakukan perjalanan ke Solo, Jawa Tengah.

"‎Jadi ini bukan pertama (menggunakan kereta pariwisata). Kalau ke Sukabumi baru pertama," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini