Kasus Korupsi Alquran, Fahd A Rafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 31 Agustus 2017 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 31 337 1766811 kasus-korupsi-alquran-fahd-a-rafiq-dituntut-5-tahun-penjara-jlTOCckTJ0.jpg Fahd A Rafiq (Foto: Antara)

JAKARTA - ‎Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq dituntut lima tahun penjara dengan denda sebesar Rp250 juta subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK).

Jaksa berpendapat, Fahd A Raifq terbukti bersalah terlibat atau turut serta melakukan tindak pidana korupsi pengadaan Alquran‎ serta pengadaan alat laboratorium untuk Madrasah Tsanwiyah pada Kementerian Agama (Kemenag) Tahun Anggaran 2011-2012.

"Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, " kata Jaksa Lie Putra Setyawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (31/8/2017).

Hal-hal yang menjadi pertimbangan keringanan Jaksa dalam melayangkan tuntutan‎ terhadap Fahd A Rafiq yakni terdakwa sudah mengembalikan uang sebesar Rp3,411 miliar serta uang pengganti.

Kemudian, Fahd A Raiq juga cukup memberikan keterangan yang signifikan selama masa persidangan, berlaku sopan, dan siap untuk dihukum atas perbuatannya.

Pertimbangan yang memberatkan Fahd A Rafiq adalah perbuatannya tidak mendukung upaya pemerintah yang sedang gencar melakukan pemberantasan korupsi.

Diketahui sebelumnya, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq didakwa oleh Jaksa pada KPK telah melakukan korupsi dua proyek pada Kemenag, tahun anggaran 2011-2012.

Fahd diduga ‎melakukan korupsi bersama-sama dengan mantan Anggota Komisi VIII Fraksi Golkar, Zulkarnaen Djabar. Dalam hal ini, Fahd diduga mendapatkan fee sebesar Rp3.411.000.000 dari dua proyek Kemenag tersebut.

Dua proyek di Kemenag yang menyeret tiga orang tersebut adalah proyek pengadaan Alquran dan proyek pengadaan alat laboratorium Madrasah Tsanawiyah tahun anggaran 2011-2012.

Namun demikian, KPK telah lebih dahulu menjebloskan Zulkarnaen Djabar dan putranya, Dendi Prasetya ke penjara. Sedangkan Fahd, menjalani proses persidangan.

Fahd pun disangkakan melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini