nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Pandangan Umat Hindu Terkait Rokok

Tim Okezone, Okezone · Rabu 30 Agustus 2017 05:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 29 337 1765658 begini-pandangan-umat-hindu-terkait-rokok-Ey2SYhu5Tg.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Persoalan rokok tidak jarang juga dikaitkan dengan ajaran agama, apakah itu diharamkan atau tidak. Dalam agama Hindu dalam hal ini ajaran kitab suci Weda, sebenarnya tidak ada aturan tentang rokok tetapi merokok dianggap bertentangan dengan ajaran Hindu.

"Dalam ajaran Hindu, dilarang meracuni orang lain. Merokok sangat bertentangan dengan ajaran Hindu karena sangat meracuni. Bahkan di iklan-iklan rokok sudah ditulis bahaya rokok," kata Bendahara Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Ida I Dewa Gede Ngurah dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Mengutip Bhagawad Gita, Ngurah mengatakan manusia seharusnya memakan dan mengonsumsi makanan yang "satwika", yaitu yang penuh gizi, menyehatkan dan menyegarkan. Rokok termasuk barang yang bertentangan dengan "satwika".

Ngurah juga berbicara dari sisi ilmiah. Menurut dia, banyak penelitian ilmiah yang menyatakan rokok menyebabkan banyak penyakit dan mengancam generasi yang akan datang.

"Padahal, Hindu mengajarkan untuk memberikan pengabdian agar bisa melahirkan generasi yang sehat. Bagaimana generasi sehat bisa lahir kalau kita merokok?" tuturnya.

Center for Health Economics and Policy Studies (CHEPS) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia bekerja sama dengan Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Indonesia Institute for Social Development (IISD) mengadakan Diskusi Publik "Harga Rokok dan Kemiskinan: Pandangan Pemuka Agama".

Selain Ngurah, pembicara lain yang hadir adalah Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas yang menyampaikan sambutan kunci, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt Bambang H Wijaya, Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Benny Soesatyo dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan Mukhaer Pakkana.(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini