Tiga Keuntungan Jika Indonesia Ditetapkan Jadi Anggota FATF, Apa Saja?

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 29 Agustus 2017 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 29 337 1765273 tiga-keuntungan-jika-indonesia-ditetapkan-jadi-anggota-fatf-apa-saja-rcoGg12awo.jpg Menko Polhukam, Wiranto. (foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Menko Polhukam Wiranto memimpin rapat bersama para menteri dan kepala lembaga negara guna membahas persiapan Indonesia menjadi anggota Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF) dan penyampaian laporan perkembangan pelaksanaan Mutual Evaluation Review (MER).

Pelaksanaan MER akan dilakukan dengan menghadirkan Tim Evaluator dari Asia Pacific Group on Money Laundering (APG) pada November 2017. Nantinya, laporan tersebut akan disampaikan pada kegiatan APG Plenary yang berlangsung di Nepal pada Mei 2018.

Apalabila laporan MER baik maka kemungkinan besar Indonesia akan ditetapkan sebagai anggota FATF. Indonesia sendiri merupakan satu-satunya negara yang belum menjadi anggota FATF ‎di antara negara-negara G-20.

(Baca Juga: Bahas Keanggotaan Indonesia di FATF, Menko Polhukam Rapat Bersama 13 Kementerian dan Lembaga)

Tim evaluator dari APG akan menilai sejauh mana kepatuhan pemerintah terhadap pelbagai kegiatan Anti-Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme. Penilaian kegiatan ini dilakukan oleh para ahli di bidang keuangan hingga sektor penegakan hukum.

‎Wiranto mengatakan, pemerintah menargetkan meraih hasil penilaian yang baik agar dapat ditetapkan sebagai anggota FATF. Sebaliknya, jika hasil penilaian dari Tim Evaluator APG tidak baik, maka akan berdampak bagi perkembangan ekonomi hingga pergaulan Indonesia di internasional.

"Karena itu mari kita bekerja keras mematuhi rekomendasi yang ada. Sudah tak banyak lagi waktu untuk berbenah dan kita sudah siap untuk dievaluasi," kata Wiranto di Kantor PPATK, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Mantan Panglima ABRI itu menambahkan, terdapat tiga dampak positif apabila Indonesia meraih hasil positif dari penilaian evaluator APG. Pertama, Indonesia akan sejajar dengan negara-negara G-20. Kedua, hasil evaluasi yang baik akan mendorong peningkatan rating investment grade Indonesia.

Sementara ketiga, memberikan sinyal kuat tentang komitmen Indonesia terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan ‎Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan pendanaan terorisme.

"Selain itu dengan diakuinya kehandalan AML/CFT Indonesia ‎oleh dunia tentang terjaganya kualitas integritas sistem keuangan Indonesia. Sehingga keuangan nasional kita tidak bisa dijadikan sarana maupun sasaran kejahatan," pungkasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini