nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada! Ini Faktor-Faktor Penyebab Konflik SARA yang Berpotensi Terjadi di Indonesia

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 28 Agustus 2017 11:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 28 337 1764386 waspada-ini-faktor-faktor-penyebab-konflik-sara-yang-berpotensi-terjadi-di-indonesia-ijUEEyiHQ1.jpg Permukiman Gafatar di Menpawah dibakar massa (Antara)

JAKARTA - Polda Metro Jaya dan Imparsial menggelar workshop terkait peran Polri dalam melindungi kebebasan beragama dan berkeyakinan di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat. Polri memaparkan faktor penyebab konflik bernuansa agama yang berpotensi muncul di masyarakat.

Koordinator Staf Ahli Polri Irjen Iza Fadri mengatakan, ada beberapa hal penyebab konflik agama terjadi. Salah satunya adalah pemahaman yang sempit dari penganut paham tertentu yang menganggap paham yang dianutnya paling benar.

"Berkembangnya paham ideologi lain yang masuk ke lingkungan pendidikan juga potensi merusak keberagaman," kata Iza dalam sambutannya saat membuka acara itu mewakili Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Senin (28/8/2017)

Iza menambahkan, kurangnya pemahaman terhadap UUD 1945 dan Pancasila yang mengatur kebebasan berkeyakinan dan beragama setiap masyarakat, serta penegakan hukum dan pengawasan terhadap ormas yang lemah juga menjadi faktor lain penyebab konflik suku ras agama dan antargolongan (SARA).

Lokakarya tersebut diharapkan menjadikan Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga kebhinekaan dan keberagaman di Indonesia.

Sementara Direktur Imparsial‎ Al Araf mengatakan, menguatnya konflik internal di sebuah negara berpotensi memecah belah bangsa dan menghancurkan keadulatan negara.

"Dulu ada Yugoslavia, tapi sekarang enggak ada. Itu karena konflik identitas suku dan sara. Kayak di Rwanda juga hancur karena adanya penyebaran kebencian dan genosida," kata Al Araf dalam acara dihadiri jajaran Polda Metro Jaya dan Polda Banten.

Al Araf melanjutkan, saat ini negara yang sedang terancam adalah Suriah, karena di sana sedang terjadi perang saudara yang bisa membuat negara itu pecah. "Indonesia sebagai negara yang plural bisa menjadi potensi konflik tersebut," ungkapnya.

Al Araf tak menutup kemungkinan Indonesia bisa menjadi negara gagal jika penegakan hukum tak dilakukan dengan baik. "Salah satu ciri negara gagal menurut PBB jika penegakan hukum gagal. Seperti Somalia yang dianggap negara gagal," katanya.

Dia meminta penegakan hukum harus bisa berjalan dengan baik, supaya kebebasan beragama dan berkeyakinan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. "Saya percaya institusi Polri bisa menjadi penjaga kebhinekaan dan menjaga tidak adanya pemecah belah bangsa," kata dia.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini