nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Survei Indeks Kualitas Program Siaran TV, KPI: Program Wisata Budaya Harus Dioptimalkan!

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 23 Agustus 2017 22:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 23 337 1761815 hasil-survei-indeks-kualitas-program-siaran-tv-kpi-program-wisata-budaya-harus-dioptimalkan-CTIlXDPEqI.jpg Ketua KPI Yuliandre Darwis (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kehadiran program siaran wisata budaya pada siaran televisi harus dapat dioptimalkan karena dapat menguatkan integrasi nasional, meningkatkan perekonomian, serta memperkaya khazanah publik tentang kebhinekaan dan keragaman yang ada pada bangsa Indonesia.

Hal tersebut merujuk pada hasil survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi yang dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) dan 12 (dua belas) perguruan tinggi di 12 kota besar di Indonesia. Pada hasil survei, menunjukkan nilai indeks tertinggi diperoleh program wisata budaya, sebesar 3,30. 

Aspek penilaian yang dilakukan pada program tersebut meliputi di antaranya, transfer budaya nilai-nilai bangsa, pelestarian budaya dan kearifan lokal, serta penghormatan nilai-nilai kesukuan, agama, ras dan antar-golongan.

Ketua KPI Yuliandre Darwis mengatakan, stasiun televisi harus meningkatan kuantitas program siaran wisata budaya di tengah masyarakat. 

“Program wisata budaya jangan hanya dimunculkan pada akhir pekan, padahal kualitas program ini sangat baik dan memiliki kontribusi besar dalam penanaman karakter kebhinekaan.

Dari hasil survei ini, KPI mencatat pada program sinetron menunjukkan adanya apresiasi positif terhadap sinetron Dunia Terbalik (RCTI)," kata Yuliandre, Rabu (23/8/2017).

Penilaian berdasarkan kualitas dari panel ahli maupun responden, menunjukkan sinetron Dunia Terbalik mendapatkan nilai paling tinggi. Selain itu, sinetron ini juga paling banyak ditonton oleh responden.

Penilaian positif atas Dunia Terbalik itu sejalan juga dengan penghargaan yang diberikan KPI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada momen Anugerah Syiar Ramadhan.

“Sinetron Dunia Terbalik mendapat Anugerah Syiar Ramadhan 2017 sebagai program sinetron terbaik," ujar Yuliandre.

Hal tersebut menunjukkan mulai ada titik temu antara selera masyarakat dengan kualitas ideal yang seharusnya hadir dalam sebuah program siaran, sebagaimana yang ditetapkan oleh regulasi. KPI berharap, rumah-rumah produksi dapat meningkatkan kreativitas dengan menghadirkan sinetron yang sarat dengan nilai edukatif, relevan dengan kehidupan, serta menghormati nilai dan norma sosial di masyarakat.

“Apalagi sinetron selalu muncul setiap hari di layar televisi dan memiliki penonton yang banyak”, ujar Yuliandre.

Terkait program infotainment yang mendapatkan nilai indeks paling rendah, KPI telah memutuskan untuk menghapus program ini dari kategori yang dilombakan pada Anugerah KPI 2017.

Pada survei tahun 2016, indeks tertinggi yang dicapai program infotainment hanya 2,79. Pada survei 2017 tahap 1 sekarang, indeksnya hanya mencapai 2,36 dengan penilaian terendah pada aspek penghormatan kehidupan pribadi, dan penghormatan terhadap nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan.

Yuliandre meminta hasil survei ini menjadi rujukan bagi para pengiklan dalam menempatkan produk-produk mereka untuk diiklankan. Program Anak, Wisata Budaya, dan Religi yang mencapai standar indeks berkualitas, jumlah kehadirannya masih di bawah program lain yang justru indeksnya rendah, seperti infotainment dan variety show.

Padahal, tambah Yuliandre, televisi masih menjadi media yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Karenanya perlu komitmen kuat untuk melanggengkan program-program yang berkualitas hadir di tengah masyarakat.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini