Duh! Sisir Perairan Perbatasan Indonesia-Singapura, Pencarian 10 Tentara AS Masih Nihil

Muhammad Bunga Ashab, Koran SI · Selasa 22 Agustus 2017 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 22 337 1760766 duh-sisir-perairan-perbatasan-indonesia-singapura-pencaraian-10-tentara-as-masih-nihil-7WPb5SQQEq.jpg Kapal Basarnas. (M Bunga A/Okezone)

PINANG - Badan SAR Nasional (Basarnas) Kepri dan TNI AL terus membantu melakukan pencarian terhadap 10 tentara Amerika Serikat (AS) yang hilang di Selat Malaka, Selasa (22/8/2017). Hingga kini, korban hilang belum ditemukan keberadaan sejak insiden tabrakan antara kapal kapal USS John S Mccain (DDG) 56 dengan MV Alnic MC berbendera Liberia.

Kepala Kantor Basarnas Kepri, Djunaidi mengatakan, hari pertama pencarian dilakukan belum membuahkan hasil. Dia menuturkan, Basarnas menurunkan dua kapal membantu melakukan pencarian korban, yakni KN SAR Purworejo dan KN SAR Romeo Bravo 209. Dia menyampaikan, tim Basarnas akan melakukan penyisiran di daerah perbatasan sesuai dengan pemberian informasi Royal Singapore Navy (RSN).

"Kita akan melakukan pencarian di semua titik koordinat. Ada empat titik koordinat yang diinformasikan dari RSN," kata Djunaidi di atas kapal KN Purworejo.

Untuk hasil pencarian hari pertama, petugas SAR belum mendapatkan hasil apa-apa. Kemudian, Basarnas Kepri masih melakukan pencarian di sekitar perairan perbatasan. Basarnas akan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat pencarian korban, serta negara yang terlibat melakukan pencarian.

"Hari pertama hasil pencarian. Sejauh ini tidak ada kendala pencarian karena cuaca bagus," kata dia.

Terkait informasi kejadian, kata Djunaidi, sampai kini belum ada data informasi yang akurat. Namun, pihaknya akan tetap membantu melakukan pencarian selama sepekan ke depan.

"Pencarian korban tetap kita lakukan sesuai dengan informasi yang diterima. Pencarian akan dilaksanakan selama sepekan ke depan," sambungnya.

Sementara Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno mengatakan, TNI terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam melakukan pencarian korban yang hilang. Dia menyampaikan, tim SAR Indonesia mengalami kendala pencarian karena hanya melaksanakan pencarian di wilayah teritorial Indonesia.

"Untuk pencarian korban tabrakan di sektor teritorial Indonesia belum diketemukan, karena arus saat ini arahnya ke utara," ujar Eko saat dikonfirmasi.

Dia menuturkan, sementara itu di lokasi kejadian SAR yang sedang melaksanakan pencarian Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) dan Royal Malaysian Navy (RMN) dengan mengerahkan 1 kapal dan 2 fast boat. Selain itu juga pihak negara tetangga Singapura menurunkan Police Coast Guard (PCG) dan Royal Singapore Navy (RSN) melibatkan RSS Gallant dan RSS Resilence serta Basking Shark SAR. 1 Heli Sea Hawk dari USS John S Mccain telah diterbangkan melakukan pencarian dilokasi kejadian.

"Sampai saat ini upaya yang dilakukan oleh TNI AL bergerak cepat berkoordinasi dengan Guskamlabar dan ILO Singapura untuk perkembangan di lapangan. Saat ini KRI Cucut-886 dan KRI Parang-647 BKO Guskamlabar dan melaksanakan bantuan pencarian korban," ujar dia.

Lantama IV Tanjungpinang mengerahkan dua Kapal Perang Indonesia (KRI) dan satu helikopter membantu pencarian 10 marinir AS yang hilang. Dua KRI yang turut melaksanakan SAR adalah KRI Cucut 886 dan KRI Parang 647, serta 1 Helly 409. Telah berkoordinasi dengan jajaran Gugus Keamanan Laut Barat (Guskamlabar) Laksma TNI Bambang Irawanto dan jajaran Pos Angkatan Laut Berakit, Posal Lagoi untuk membantu melaksanakan SAR pencarian korban.

“Kita sudah kerahkan KRI Cucut 886 dan KRI Parang 647 untuk laksanakan SAR pencarian korban tabrakan antara kapal perang Amerika Serikat (AS) dan kapal niaga di Selat Malaka, Singapura,” ucap Eko. (sym)

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini