Tegas! KPK Ingatkan Korupsi Pembahasan APBD Malang Jadi Pelajaran bagi Daerah Lain

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 22 Agustus 2017 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 22 337 1760576 catat-kpk-ingatkan-korupsi-pembahasan-8206-apbd-malang-jadi-pelajaran-bagi-daerah-lain-UAEQgGG1P5.jpg Jubir KPK, Febri Diansyah. (Arie DS/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 3 orang terkait kasus dugaan suap proses pembahasan APBD-Perubahan Kota Malang tahun 2015.

Mereka yang diperiksa yakni mantan Ketua DPRD Kota Malang, Moch Arief Wicaksono (MAW), Wali Kota Malang Mochamad Anton dan Anggota DPRD Kota Malang bernama Slamet.

Arief Wicaksono diperiksa sebagai saksi untuk mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Pembangunan Kota Malang Jarot Edy Sulistiyono (JES) yang kini telah berstatus tersangka.

Arief sendiri sudah berstatus sebagai tersangka dalam kasus suap ini.‎ Sementara itu Anton dan Slamet diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Arief Wicaksono. 

"Penelusuran aliran dana dan proses pembahasan dan persetujuan APBD Kota Malang menjadi materi yang didalami oleh penyidik pada rangkaian pemeriksaan kasus ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Berkaca pada kasus yang ditangani KPK terkait dengan dugaan korupsi pada pembahasan dan pengesahan ABPD di kabupaten/kota serta provinsi di Indonesia, KPK mengimbau daerah lain agar tidak berlaku serupa.

"Kita imbau pada daerah-daerah lain agar memperhatikan kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani ini agar proses pembahasan APBD tidak dijadikan alat untuk tawar menawar untuk keuntungan pribadi atau kelompok," ungkap Febri.

Pembahasan dan pengesahan APBD yang traksaksional, apalagi ada unsur suap suap dianggap dapat merugikan kepentingan masyarakat yang seharusnya dapat menikmati uang secara maksimal.

Dalam pemeriksaan hari ini, bekas Ketua DPRD Kota Malang Mochamad Arief Wicaksono telah tampak hadir memenuhi panggilan penyidik. Namun, ia enggan buka suara terkait kasus yang membelit dirinya.

Sekadar informasi, dalam kasus ini KPK sudah menetapkan Mochamad Arief Wicaksono, Jarot Edy Sulistiyono dan Komisaris PT ENK Hendarwan Maruszaman sebagai tersangka. 

Arief yang juga politikus PDIP itu terjerat dua kasus dugaan suap. Kasus pertama soal perubahan APBD tahun 2015. Arief diduga menerima Rp700 juta. Sementara untuk kasus kedua terkait pembangunan Jembatan Kedung Kandang, Arief juga diduga menerima Rp250 juta. (sym)

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini