Nah! Pemerintah Didorong Segera Sertifikasi Halal Vaksin Measles Rubella

Reni Lestari, Okezone · Senin 21 Agustus 2017 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 21 337 1759578 nah-pemerintah-didorong-segera-sertifikasi-halal-vaksin-measles-rubella-xHuOIrrU5Y.jpg

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch Ikshan Abdullah mendorong Kementerian Kesehatan untuk segera melakukan seritifkasi halal pada vaksin Measles Rubella (MR). Menurutnya, adalah tanggung jawab Kemenkes bila terjadi keberatan dari masyarakat terkait penggunaan vaksin MR yang belum dilakukan sertifikasi halal dari MUI.

"Pemerintah wajib segera mengimplementasikan keharusan sertifikasi halal seluruh vaksin yang digunakan termasuk vaksin Measles Rubella (MR) yang akan digunakan, serta meminta produsen untuk segera melakukan sertifikasi halal terhadap produk vaksin," kata Ikhsan dalam keterangan tertulis, Senin (21/8/2017).

Ikhsan melanjutkan, Kemenkes hendaknya mengindahkan ketentuan dalam Undang-Undang No. 33 tahun 2014 tetang Jaminan Produk Halal (JPH). Pasal 4 undang-undang ini manyerukan, semua produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.

"Vaksinasi sebagai sebuah kegiatan untuk pencegahan penyakit itu boleh, syaratnya harus dengan vaksin yang halal. Menkes seharusnya melakukan sertifikasi halal terlebih dahulu sebelum dipergunakan untuk vaksinasi," lanjut dia.

Jika Kemenkes belum bisa memenuhi hal tersebut, ia menyarankan agar penanganan gizi buruk menjadi prioritas. Ia menilai, penanganan gizi buruk pada anak Indonesia merupakan salah satu kewajiban Kemenkes, selain urusan vaksin.

"Menkes seharusnya memprioritaskan penanganan Gizi Buruk ini terlebih dahulu," kata Ikhsan.

Imunisasi Measles Rubella untuk mencegah penyakit campak dan rubella merupakan program Kemenkes yang akan dilaksanakan selama Agustus dan September 2017. Sejumlah elemen masyaraka sempat melakukan penolakan terhadap pemberian vaksin ini karena menganggap vaksin ini dibuat dari bahan yang tidak halal. Sementara itu, MUI belum menerima ajuan sertifikasi halal untuk vaksin tersebut.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini