Fadli Zon Curiga, Ada Dalang di Balik Ujaran Kebencian Anak-Anak "Bunuh Menteri"

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 16 Agustus 2017 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 16 337 1757351 fadli-zon-curiga-ada-dalang-di-balik-ujaran-kebencian-anak-anak-bunuh-menteri-AoMtWCyluX.jpg Wakil Ketua DPR Fadli Zon (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai tayangan video yang menggambarkan sejumlah anak-anak melakukan aksi seraya melontarkan ujaran kasar 'bunuh menteri' sangat keterlaluan. Video tersebut dibuat sebagai bentuk aksi dalam penolakan kebijakan fullday school di Lumajang, Jawa Timur.

Kendati acara utamanya adalah istigasah, namun terselip aktivitas di luar acara tersebut yang kemudian viral di media sosial.

"Menurut saya itu keterlaluan," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Fadli menduga ada pihak-pihak yang menghasut sehingga sekelompok anak-anak nekat melontarkan ujaran yang tidak sepatutnya itu. Ia meyakini, bahwa anak-anak tidak mungkin berani melontarkan kalimat seperti itu apabila tidak ada yang menghasutnya.

"Mungkin mereka ada yang menghasut, harus diteliti siapa yang ada dibelakangnya. Saya kira kalau anak-anak itu murni tidak mungkin lah seperti itu," tuturnya.

Karenanya, ia meminta video tersebut segera diusut dan mencari dalang di balik terjadinya ujaran kasar anak-anak itu. "Harus diusut, dilihat siapa yang ada di belakangnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty menyayangkan terjadinya aksi anak-anak yang melontarkan ucapan 'bunuh menteri' dalam aksi damai penolakan kebijakan fullday school.

Dalam video berdurasi 1 menit 3 detik yang viral di media sosial, tampak terlihat sejumlah anak-anak‎ yang menggunakan baju koko, sarung, kopiah melontarkan ujaran kasar itu seraya meneriakkan takbir dan membentangkan spanduk.

"Dengan adanya ucapan tidak patut dari anak-anak tersebut, KPAI prihatin adanya pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan anak untuk kepentingan tertentu, seolah rasa kasih sayang di antara sesama anak bangsa sudah mulai luntur," ucap Sitti dalam siaran persnya, Senin 14 Agustus 2017.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini