Dialog Kebangsaan LIPI, SBY: Mari Kita Optimis dan Membangun Indonesia

Muhammad Iqbal, Okezone · Selasa 15 Agustus 2017 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 15 337 1756485 dialog-kebangsaan-lipi-sby-mari-kita-optimis-dan-membangun-indonesia-Ar6HP2ojrG.jpg Presiden RI ke-VI, SBY. (M Iqbal/Okezone)

JAKARTA – Presiden RI ke-VI, Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan dirinya sukses saat menjabat sebagai pemimpin negara. Menurutnya, seorang pemimpin harus dapat memberikan kebaikan pada masyarakat.

Sosok yang akrab disapa SBY itu menyebut dirinya telah sukses memimpin negara dengan memberikan hasil kenaikan tiga kali lipat pendapatan perkapita di Indonesia. 

"Pasti ada success story dari masing-masing presiden. Pada saat saya, saya ingat sekali income per kapita jelas naik. Pak Jokowi dan calon pengganti-pengganti beliau ke depan, saya berharap dapat memberikan dampak lain bagi negeri ini," ujar SBY dalam acara Dialog Kebangsaan di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2017).

Menurut dia Indonesia merupakan negara kaya sumber daya alam. Bahkan, dengan kekayaan itu, dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang lebih besar lagi.

"Saya punya keyakinan pada saatnya kita bisa, Indonesia is still a young country, kita selalu bisa keluar dari krisis. Potensi dan resources kita besar, kita dapat memanfaatkan itu dan terus bertransformasi baik negara maupun manusianya," ujarnya.

SBY meminta masyarakat untuk lebih optimis dan ikut serta dalam membangun bangsa ini.

"Oleh karena itu, ingin saya mulai dari ajakan saya marilah para sahabat menghadapi tantangan di negeri ini, agar kita tetap bisa bersikap optimis. Mari kita jadi bangsa yang optimistik bukan pesimistik, insyaallah Indonesia akan maju akan sukses. Kita bangun semangat Indonesia untuk maju," tandasnya.

Adapun dalam dialog kebangsaan tersebut LIPI mengundang tiga mantan Kepala Negara untuk menyumbangkan pemikiran mereka ke Presiden Joko Widodo. 

Diantara isu krusial ialah terkait maraknya konflik sosial dalam politik Indonesia. Belakangan diketahui banyak permasalahan yang muncul akibat kesenjangan sosial dan juga perkembangan teknologi.

Wakil Kepala LIPI, Bambang Subianto menjelaskan saat ini LIPI akan mencoba memberikan pemikiran melalui peneliti yang ada. 

"Kami disini bukan dari parpol maupun kelompok politik lainnya. Disini kami hanya sebagai peneliti yang harus bisa independen dalam menyumbangkan pemikiran di era ini," jelas Bambang. 

Bambang menambahkan, meski anggaran yang diberikan pemerintah terbilang kecil, LIPI akan terus memberikan pemikiran terbaik melalui dialog kebangsaan ini. Terlebih lagi, saat ini merap muncul konflik yang mengatasnamakan agama.

"Pak Presiden sudah meminta ke kami untuk segera memikirkan permasalahan sosial yang ada di negara ini. Kami akan jalankan itu. Sekarang ini konflik ideologi belum selesai. Yang muncul sekarang justru tantangan dari kapital Islam. Seperti gerakan ISIS yang berpotensi dari satu wilayah tertentu dan ingin menguasai dunia. Tantangan seperti ini berbenturan dan bertemu di Indonesia dimana tempat dari konflik Islam di negara ini belum selesai," tandasnya.

Sementara pada acara kali ini, turut dihadiri oleh Presiden RI ke-IV, BJ Habibie dan Presiden RI ke-VI, SBY serta Presiden RI ke-V, Megawati Soekarnoputri. (sym)

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini