nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Gerebek Pembuatan Ijazah Palsu, Menristek Dikti: Tangkap Habis!

Reni Lestari, Jurnalis · Jum'at 11 Agustus 2017 19:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 11 337 1754303 polisi-gerebek-pembuatan-ijazah-palsu-menristek-dikti-tangkap-habis-HF4ADO5nzm.jpg Menristek Dikti, Natsir (foto: Reni/Okezone)
 

JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Natsir mengaku geram dengan kasus ijazah palsu yang digerebek polisi di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Ia menegaskan, bentuk kecurangan semacam ini harus diberantas hingga ke akarnya.

"Tidak boleh ada kecurangan, harus ditangkap habis," kata Natsir di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

 (Baca juga: Astaga! 300 Guru Terlibat dalam Sindikat Pembuatan Sertifikat Palsu)

Ia melanjutkan, untuk mengantisipasi kecurangan yang sama jelang Pilkada serentak 2018, Kemenristek Dikti telah bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Kepolisian. Namun urusan pelanggaran pidana adalah kewenangan kepolisian.

"Semua kalau terjadi kecurangan ya urusannya dengan polisi," lanjut dia.

Untuk mengecek keaslian ijazah, Kemenristek Dikti sudah memiliki pangkalan data yang bisa diakses secara online, khususnya untuk memastikan keikutsertaan seseorang dalam program pendidikan di institusi tertentu.

"Silakan cek di pangkalan data, biasanya namanya sistem penilaian civil, sistem evaluasi ijazah secara online dan tak datang ke kantor. Jadi nanti dicek, apakah terdaftar lulusan sana," jelas Natsir.

 (Baca juga: Mengejutkan! Begini Perangai Pemalsu Sertifikat Guru di Tempat Tinggalnya)

Namun begitu, Natsir mengimbau, dengan adanya kasus semacam ini jangan sampai meningkatkan kecurigaan masyarakat terhadap nilai tinggi yang tertera dalam ijazah seseorang.

"Ijazah sudah pakai hologram, toh tetep ada (kecurangan). Kementerian tugasnya bagaimana meyakinkan publik bahwa lulusnya nilai tinggi pada penggunaan terhadap ijazah ini, jangan sampai beredarnya ijazah palsu ini membuat nilai itu tak berarti lagi," tukas Natsir.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini