nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HUT Ke-50 ASEAN, Ketua DPR RI Optimis ASEAN Tetap Menjadi Pelopor Perdamaian Dunia

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 08 Agustus 2017 19:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 08 337 1752155 hut-ke-50-asean-ketua-dpr-ri-optimis-asean-tetap-menjadi-pelopor-perdamaian-dunia-JovqXzs3YF.jpg Ketua DPR RI Setya Novanto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua DPR RI Setya Novanto merefleksikan peran ASEAN di hari lahirnya ke-50 yang jatuh Selasa (8/8/2017). Baginya, telah banyak peran ASEAN dalam kehidupan peradaban dunia.

Sejak didirikan pada 8 Agustus 1967 silam, Novanto menilai ASEAN mempunyai tujuan mulia, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya.

Selain itu, ASEAN telah memajukan perdamaian dan stabilitas di tingkat regional, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan damai.

"Pada awal berdiri, tak sedikit yang meragukan masa depan ASEAN. Bahkan, beberapa pandangan memperkirakan ASEAN akan layu sebelum berkembang. Namun, sejarah membuktikan sebaliknya. Kini ASEAN telah menjadi kawasan kedua yang paling berkembang, setelah Uni Eropa," kata Novanto melalui keterangan tertulisnya.

ASEAN bukan tanpa tantangan. Perselisihan Laut Cina Selatan yang belum tuntas, serta persaingan yang sangat ketat antara Amerika dan China turut menjadi ancaman bagi stabilitas ASEAN.

Di tengah perkembangan geopolitik internasional yang penuh dinamika, seperti Inggris keluar dari Uni Eropa dan krisis diplomatik di Kawasan Teluk yang tak kunjung selesai, ASEAN justru semakin menunjukan stabilitas kesatuan. ASEAN juga dinilai aktif menjadi embrio perdamaian dunia yang mampu menciptakan kemakmuran bagi warganya.

"Dalam ASEAN, tinggal lebih kurang 640 juta jiwa dengan berbagai perbedaan agama maupun kebudayaan. Di kawasan ini hidup dengan damai 240 juta muslim, 120 juta kristiani, 150 juta umat Buddha, dan jutaan umat Hindu, Khonghucu, dan lainnya," ucap Ketua Umum Partai Golkar itu.

Ia melanjutkan, stabilitas kawasan telah mendorong laju perekonomian negara-negara ASEAN. Data International Monetary Funds (IMF) menunjukan pendapatan domestik bruto (PDB) gabungan negara ASEAN pada awal masa berdiri pada 1970 mencapai USD95 miliar. Kini, sudah menjadi USD2,7 triliun. Bahkan, pada 2030 diprediksi mencapai USD8 triliun.

"Sejak awal pendirian ASEAN, Indonesia telah menjadi pemain kunci. Kita menjadi penggagas perlindungan hak asasi manusia, pembentukan komunitas keamanan se-Asia Tenggara, serta mewujudkan pagelaran budaya secara berkala," terang Novanto.

Karena itu, sebagai Ketua DPR RI, Novanto mendukung langkah politik internasional pemerintahan Jokowi - JK untuk tetap menjadikan Indonesia poros kekuatan ASEAN yang memberikan solusi bagi berbagai permasalahan dunia.

DPR RI, sambungnya, melalui peran Diplomasi Parlemen juga akan seiring sejalan dengan pemerintah Indonesia dalam mendorong ASEAN agar lebih efektif dan kooperatif dalam membangun kerja sama perekonomian, sehingga bisa memperkecil jarak kesenjangan pendapatan dan mengurangi disparitas ekonomi di dalam ASEAN.

"Saya juga mengajak kaum muda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa untuk aktif menjaga solidaritas kebersamaan. ASEAN sebagai sebuah kawasan adalah rumah kedua kita. Persaudaraan antar sesama negara ASEAN harus terus dijaga. Dari sinilah perdamaian dunia tercipta," pungkas Novanto.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini