nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alhamdulillah! Rayakan HSN 2017, RMI PBNU Serukan Santri Harus Menjaga Pancasila

Ulung Tranggana, Jurnalis · Senin 07 Agustus 2017 17:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 07 337 1751315 alhamdulillah-rayakan-hsn-2017-rmi-pbnu-serukan-santri-harus-menjaga-pancasila-7DbXv0W3QU.jpg Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Kenang perjuangan kaum santri dalam proses perjuangan memerdekakan Republik Indonesia, Rabithah Ma’had Islamiyah mematangkan persiapan perayaan Hari Santri Nasional 2017. Sebagaiman diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan 22 Oktober sebagai peringatan Hari Santri Nasional (HSN).

Ketua Panitia Hari Santri 2017 dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia) PBNU Ahmad Athoillah mengatakan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan prakondisi (road to hari santri) dengan berbagai kegiatan dan acara yang akan digelar di seluruh Indonesia mulai 10 Agustus hingga 30 Oktober 2017.

"Saat ini kami sedang melakukan persiapan, rencananya kami akan melakukan grand launching pada tanggal 10 Agustus mendatang," demikian keterangan tertulis Gus Aik –sapaan akrabnya- yang diterima Okezone, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Lebih lanjut, Gus Aik menjelaskan, perayaan Hari Santi 2017 merupakan upaya mengenang perjuangan kaum santri dalam memerdekakan Indonesia dan selalu mengisi dalam melakukan pembangunan untuk negeri.

"Selain orang-orang yang patuh terhadap agama, para santri adalah orang yang setia kepada ulama dan negara Indonesia atau NKRI. Saat ini PP RMI NU bersama seluruh panitia sedang mempersiapkan acara Hari Santri 2017 sebagai upaya untuk meningkatkan, merajut kebinekaan dan kedaulatan Indonesia," jelasnya.

Gus Aik berharap, melalui Hari Santri 2017, para santri dapat selalu berkontribusi dan membantu memajukan Indonesia, terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia tercinta ini.

"Santri harus menjadi garda terdepan untuk selalu tetap setia menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD," jelas Gus Aik.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, Indonesia beruntung memiliki Pancasila yang menjadi dasar negara. Menurutnya, keberagaman Indonesia membuat Pancasila menjadi pandangan hidup bagi kemajemukan negara.

"Kehidupan beragama kita yang bhineka membuat kita beruntung punya Pancasila ideologi negara dan pandangan hidup bangsa dalam menjalani langkah dan perjalanan bangsa yang majemuk," kata Jokowi saat menghadiri acara Halaqah Nasional Alim Ulama di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 13 Juli 2017.

Di kesempatan lain, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj mengingatkan, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sudah tidak boleh lagi diperdebatkan.

"Pancasila sebagai dasar negara sudah tidak boleh lagi diperdebatkan. Jadi, tak perlu mendebatkan apakah negara ini masih Pancasila atau bukan," kata Said Aqil Siraj.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini