Gerindra: Viktor Laiskodat Telah Memprovokasi Rakyat!

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 04 Agustus 2017 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 04 337 1749888 gerindra-viktor-laiskodat-telah-memmprovokasi-rakyat-XOGryhiV0p.jpg Viktor Laiskodat Dilaporkan ke Bareskrim Polri (Foto: Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Partai Gerindra resmi melaporkan Ketua Fraksi Partai Nasdem Viktor Bungtilo Laiskodat‎ lantaran pernyataannya yang menyebut partai besutan Prabowo Subianto itu sebagai pendukung ekstrimis yang mendukung tegaknya negara khilafah di Indonesia.

Adapun laporan tersebut teregister dengan LP/773/VIII/2017/Bareskrim tertanggal 4 Agustus 2017. Mereka melaporkan Viktor Laiskodat lantaran menlontarkan pernyataan yang diduga telah memenuhi unsur perkara pencemaran nama baik melalui media elektronik atau tentang penghinaan dan kejahatan tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis.

Ketua DPP Gerindra Iwan Sumule mengatakan, pernyataan Viktor telah sengaja melakukan provokasi terhadap warga di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam pidatonya, politikus Partai Nasdem itu menyertakan peristiwa pemberangusan PKI pada September 1965.

‎"Bagaimana Viktor memprovokasi rakyat untuk saling membunuh antar-sesama anak bangsa. Viktor menyatakan 'kalau datang ke kita dari pada kita yang dibunuh ya kita bunuh duluan'," kata Iwan di Gedung Bareskrim sementara KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (4/8/2017).

Iwan pun menegaskan bahwa pernyataan Viktor yang menyebut bahwa Partai Gerindra mendukung gerakan ekstrimis yang ingin menegakkan khilafah di Indonesia tidak benar. ‎Meski demikian, ia mengaku bahwa laporan tersebut atas inisiatif dirinya dan bukan hasil keputusan dari pengurus DPP Partai Gerindra.

‎"Dia menuduh Partai Gerindra di tempat nomer satu sebagai partai pendukung ekstrimis yang ingin mewujudkan negara khilafah. Sementara itu adalah sebuah kebohongan karena di visi dan misi Partai Gerindra jelas mempertahankan kedaulatan dan tegakknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,"‎ tegasnya.

Atas pernyataan viralnya itu, Viktor Laiskodat terancam UU Nomer 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomer 11 Tahun 2008 tentang ITE dan UU Nomer 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini