Peraih Penghargaan Kalpataru Curhat ke Presiden, Rumahnya Roboh Tertimpa Pohon

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 02 Agustus 2017 13:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 02 337 1748385 peraih-penghargaan-kalpataru-curhat-ke-presiden-rumahnya-8206-roboh-tertimpa-pohon-MJVHDXjdG8.jpg Peraih Penghargaan Kalpataru Curhat ke Presiden Jokowi (Foto: Fakhri/Okezone)

JAKARTA - ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil para peraih penghargaan Kalpataru dalam acara Puncak Perayaan Hari Lingkungan Hidup 2017 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Mereka adalah Anwar, warga asal Deli Sedang, Sumatera Utara dan Aleks Simon yang berasal dari Papua.

Kepada Presiden Jokowi, Anwar mengaku telah menanam pohon bakau ratusan hektare guna menjaga kelestarian laut yang ada di pesisir Sumatera bagian Tenggara. "Kalau pohon sudah ada jutaan Pak. Saya juga menanam sampai malam hari," katanya di lokasi, Selasa (2/8/2017).

Anwar mengaku banyak menemukan bibit-bibit pohon bakau berasal dari dekat rumahnya. Bahkan, kepada Kepala Negara, pria paruh baya itu sempat curhat bahwa rumahnya pernah roboh lantaran tertimpa batang pohon.

"Rumah saya pernah tertimpa pohon kayu Pak. Jadinya runtuh," cerita Anwar.

"Lho kok bisa?" tanya Jokowi yang justru disambut tawa oleh Anwar.

Mendengar curhatan Anwar tersebut, para hadirin yang datang pun langsung terpingkal-pingkal lantaran kepolosan pria Melayu tersebut. Anwar juga mengaku hidup dari bibit pohon bakau yang dijualnya ke beberapa kota di Sumatera Utara.

"Berarti kamu orang kaya ya?" kata Jokowi sembari tersenyum.

Sementara Aleks Simon tak kalah inspiratif dari Anwar. Pria asal Papua itu menjaga kelestarian hutan untuk menjaga habibat burung Cendrawasih.

"Saya tahu tempat mainnya. Supaya orang datang bisa melihat itu. Burung Cendrawasih itu ada beberapa jenis. Dan itu bisa kita data supaya melihat kekayaan Indonesia," cerita Aleks Simon.

Selain itu, Aleks juga mendirikan sekolah alam agar anak-anak dari Timur Indonesia mampu‎ melestarikan bahasa asli Papau dan bahasa Inggris guna mencerdaskan kehidupan bangsa.

"‎Hutan itu supaya kita jaga. Karena satu kayu rubuh itu pakan hilang. Supaya kita lindungi bersama," katanya.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini