Dirjen PAS: Eksekusi Mati Gelombang 3 Harus Melalui Pertimbangan Matang!

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 31 Juli 2017 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 31 337 1746993 dirjen-pas-eksekusi-mati-gelombang-3-harus-melalui-pertimbangan-matang-O4JtrYxXcZ.jpg foto: Illustrasi Okezone

JAKARTA - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), I Wayan Dusak, mengatakan bahwa eksekusi mati gelombang ketiga belum akan dilakukan dan masih harus menunggu keputusan hukum para terpidana berkekuatan tetap.

Menurutnya, untuk melakukan eksekusi terhadap terpidana mati harus ada putusan berkekuatan ‎hukum tetap. Sehingga, apabila masih ada proses hukum lanjutan, maka para terpidana masih belum bisa melaksanakan eksekusi.

"Otomatis istilahnya, setelah ada putusannya apabila 14 hari Jaksa maupun terdakwa tidak mengajukan banding atau kasasi itu putusan menjadi inkrah. Jadi tidak perlu dieksekusi lagi, itu sudah otomatis menjadi narapidana," jelas Dusak di kantor Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (31/7/2017).

Dusak menjelaskan, dalam melakukan eksekusi mati harus melalui pertimbangan yang matang dan dengan landasan hukum yang kuat. Pasalnya, eksekusi mati adalah hukuman pidana paling berat yang tengah dilakukan Pemerintah Indonesia.

"Kalau eksekusi mati memang ketentuannya terpidana mati itu menunggu, tidak sembarang orang mau mengeksekusi, nanti dieksekusi ternyata dia enggak salah, gimana?. Memang orang bisa dihidupin lagi, jadi ada pertimbangan-pertimbangannya yang membuat ini sering menjadi lama‎," imbuhnya.

Menurut Dusak, pertimbangan ataupun keputusan untuk melakukan eksekusi mati terhadap sejumlah narapidana saat ini ada di tangan Kejaksaan Agung (Kejagung)

"(Pertimbangan eksekusi mati) Tanya sama jaksa, karena dia yang mengeksekusi. Kami hanya menjaga mereka dalam kondisi yang sehat dan sebagainya," pungkasnya.‎

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini