Share

Ini Alasan Mengapa Indonesia Harus Bantu Palestina

Rayful Mudassir, Okezone · Rabu 26 Juli 2017 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 26 337 1744198 ini-alasan-mengapa-indonesia-harus-bantu-palestina-HqMn6AE9If.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah meminta Pemerintah Indonesia bertindak tegas atas konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel sepekan terakhir. Pasalnya, Indonesia diketahui memiliki ikatan sejarah panjang dengan negara Palestina.

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman, menyebut ada beberapa alasan yang membuat Indonesia harus membantu Palestina. Salah satu yang paling jelas, kata Pedri, lantaran Indonesia merupakan negara dengan Muslim terbesar di dunia.

“Pertama, Indonesia negara Muslim terbesar di dunia. Sangat wajar kalau kemudian kita melakukan tindakan konkret terhadap Palestina. Yang kedua, Palestina itu memiliki jasa besar terhadap kemerdekaan Indonesia,” sebut Pedri dalam Diskusi Redbons ‘Masjidil Aqsa & Umat Islam Indonesia’ di Kantor Redaksi Okezone, belum lama ini.

Dalam catatan sejarah, kata Pedri, Palestina merupakan negara Islam pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia saat masih dijajah tentara Jepang. Dukungan Palestina saat itu diwakili oleh seorang mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia.

“Kemudian (Palestina) mendorong negara Timur Tengah lainnya (untuk) mendukung Indonesia. Sehingga tidak hanya bentuk imbauan, tapi menggalang kekuatan yang konkret, apakah secara ekonomi ataupun politik yang besar berefek para Israel. Sehingga mereka mau melakukan negosiasi yang menguntungkan kedua belah pihak,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, penghalangan beribadah di Masjid Al Aqsa oleh aparat keamanan Israel, jelas telah melampau batas kewajaran. “Bahkan Indonesia tegas mengatakan bahwa segala bentuk penjajahan harus dihapuskan di muka bumi. Itu petikan Undang-Undang Dasar kita,” tegas Pedri.

Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Armanatha Nasir, mengaku Menlu Retno LP Marsudi telah melakukan sejumlah komunikasi intensif termasuk dengan sejumlah negara seperti Turki, Palestina, dan Yordania hingga Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

Pada Selasa 25 Juli 2017, Menteri Retno juga sempat mengundang 32 negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Jakarta untuk membahas kisruh yang terjadi antara Palestina dan Israel. Meski begitu, hanya tujuh duta besar yang menghadiri pertemuan tersebut.

“Presiden telah memberikan komentar, mengutuk hal itu (pembatasan beribadah) dan meminta PBB membuat aksi tegas,” pungkas Armanatha Nasir dalam kesempatan yang sama.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini