Menhan Harap Kampus Bisa Cetak Generasi Penjaga Keutuhan Bangsa dan Negara

Silviana Dharma, Okezone · Rabu 26 Juli 2017 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 26 337 1744050 menhan-harap-kampus-bisa-cetak-generasi-penjaga-keutuhan-bangsa-dan-negara-eH2cRgUHNs.jpg Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (Foto: Dok Sindo)

JAKARTA – Sebentar lagi sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia akan menjalani tahun ajaran baru 2017/2018. Itu berarti, semua kampus akan menggelar kegiatan untuk menyambut mahasiswa baru.

Di beberapa perguruan tinggi, hari penerimaan mahasiswa baru dimaknai lewat orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek). Sayangnya, sejumlah kasus menunjukkan kegiatan ini berujung pada tindak kekerasan, perundungan, hingga maut.

Oleh karena itu, Kementerian Pertahanan tahun ini membuka Rapat Koordinasi Pembekalan kepada Rektor/Ketua/Direktur dan Koordinator Kopertis Perguruan Tinggi se-Indonesia. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) bagi mahasiswa baru 2017.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu selaku tuan rumah dalam acara tersebut berharap banyak kepada perguruan tinggi. Ia meminta para pendidik di kampus tidak hanya berperan membentuk generasi yang berkualitas secara intelektual saja. Akan tetapi, penting juga untuk membekali mahasiswa-mahasiswinya dengan kemampuan menjaga keutuhan, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Dia percaya hal tersebut bisa diterapkan di semua perguruan tinggi lewat keterpaduan kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN). Jadi, mahasiswa baru tidak hanya mengenal seluk-beluk, memahami lingkungan kampusnya sebagai wilayah akademis, melainkan juga memiliki sikap dan perilaku cinta tanah air, kesadaran menjaga persatuan dalam kebhinekaan, taat hukum, disiplin, memiliki daya juang tinggi, kerelaan berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, yakin dan setia kepada Pancasila, juga UUD 1945.

"Dengan berbekal nilai-nilai tersebut, para mahasiswa diharapkan mampu membentengi diri dari berbagai pengaruh yang dapat berpotensi menjadi ancaman yang membahayakan dirinya, lingkungannya, hingga bangsa dan negaranya," terang Ryamizard di hari kedua pengarahan Rakor PKBN di Gedung Jenderal Nasution, Kompleks Kemhan, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

(Foto: Silviana Dharma/Okezone)

Dengan menumbuhkan sikap-sikap tersebut di atas dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, Menhan Ryamizard yakin para intelektual muda yang dihasilkan perguruan tinggi ke depannya bisa selalu menjadi role model bagi generasi muda berikutnya, baik di dalam negeri hingga penjuru dunia.

Ryamizard memandang kegiatan seperti ini sangat penting dan strategis. Oleh karena itu, dia mengusulkan agar rakor semacam ini bisa digelar setiap tahun. Dari Kemhan kemudian disalurkan perguruan tinggi kepada para mahasiswa baru dan tidak menutup kemungkinan kepada mahasiswa secara keseluruhan.

Rakor pembekalan ini merupakan tindak lanjut kesepakatan bersama antara Menhan dengan Menristek Dikti yang ditandatangani pada 6 Agustus 2016. Kesepakatan itu selanjutnya diikuti dengan Surat Menhan kepada Menristek Dikti pada Maret 2017 tentang pelaksanaan PKBN dalam kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru.

Kegiatannya di Kemhan berlangsung dua hari, pada 25-26 Juli 2017. Pada hari kedua ini, para peserta selain akan mendapatkan pengarahan dari Menhan Ryamizard Ryacudu, juga akan mendengarkan penerangan dari empat Menteri Kabinet Kerja lainnya. Mereka ialah Menristek Dikti Mohamad Nasir, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Wiranto.

Ke depannya, para pendidik di perguruan tinggi dapat mengoordinasikan program ini dengan institusi terkait, seperti TNI, Polri, Pemda, dan lembaga negara lain.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini