Tindakan Represif Israel di Masjid Al Aqsa, PBNU: Itu Sudah Masuk Kategori Terorisme

Badriyanto, Okezone · Rabu 26 Juli 2017 07:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 26 337 1743988 tindakan-represif-israel-di-masjid-al-aqsa-pbnu-itu-sudah-masuk-kategori-terorisme-xPVCGfvrEK.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras tindakan represif otoritas Israel terhadap jamaah Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Palestina. Sedikitnya ada tujuh warga Palestina tewas akibat dibedil oleh serdadu tentara Israel.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Isfah Abidal Azis mengatakan, serangan bertubi-tubi yang dilakukan Israel terhadap Palestina sama dengan terorisme sehingga wajib dilawan sebagaimana menindak serangan kelompok teroris.

"Tindakan Israel terhadap Palestina itu sudah masuk kategori terorisme, kami minta itu agar segera dihentikan. Terorisme itu siapa pun yang melakukan harus ditindak tegas," kata Isfah saat berbincang dengan Okezone, Rabu (26/7/2017).

Isfah menegaskan, konflik antara Israel dengan Palestina bukan hanya sekadar keagamaan melainkan persoalan kemanusiaan yang harus dihentikan. Sebab, konflik itu telah mencederai hak hidup rakyat danĀ  kedaulatan Palestina sebagai sebuah negara.

"Intinya kita tidak memandang soal Islamnya karena ini ada faktor mencederai kemanusiaan yaitu yang sudah ada korban, orang mau melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsa diadang, yang kami sayangkan seperti itu," ujarnya.

Sekedar diketahui, bentrokan di depan tempat suci bagi tiga agama yakni Islam, Kristen dan Yahudi itu bermula setelah pasukan keamanan Israel memasang sebuah detektor logam di area Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem. Pemasangan detektor ini sebagai respons atas penikaman dua polisi Israel yang bertugas di area tersebut.

Pembatasan juga dilakukan bagi warga Palestina yang hendak memasuki area Bait Suci, di mana masjid Al-Aqsa ada di dalamnya. Akses hanya dibuka bagi pria berusia di atas 50 tahun dan perempuan semua umur.

Sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan penarikan semua kontak resmi dengan Israel sampai negara itu memindahkan detektor logam dari area Masjid Al-Aqsa. Akibat konflik tersebut, Sedikitnya tujuh warga Palestina dan tiga Israel tewas.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini