Ditjen AHU Kemenkumham Dapat Apresiasi dari Azerbaijan

Taufik Fajar, Okezone · Selasa 25 Juli 2017 02:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 25 337 1743503 ditjen-ahu-kemenkumham-dapat-apresiasi-dari-azerbaijan-hpbFb8YHL4.jpg foto: Illustrasi Okezone
 

JAKARTA - Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), mendapatkan apresiasi dari delegasi Azerbaijan, terkait penerapan AHU online yang sudah berjalan selama 4 tahun.

Diketahui, Delegasi Azerbaijan dipimpin oleh Chairman of the State Agency of Public Service and Social Innovations, Inam Karimov dan didampingi oleh Director of International Relations Departement of the State Agency of Public Service anda Social Innovations, Elnur Humbatov; Director of the Azerbaijan International Development of the Ministry of Foreign Affairs, Ashraf Shikhaliyev; serta perwakilan dari Kedutaan Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Habib Mammadov.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal (Dirjen) AHU, Agus Nugroho Yusup, mengatakan bahwa Ditjen AHU berterima kasih atas kedatangan para delegasi Azerbaijan yang sengaja datang untuk melihat aplikasi AHU online yang sudah diterapkan sejak 2013.

Menurutnya, aplikasi AHU online tersebut sudah mempersingkat waktu bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan publik terkait administrasi hukum umum.

"Saat ini sudah ada 15 aplikasi yang ada di AHU online mulai dari pelayanan publik sampai pendaftaraan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Salah satu contohnya, waktu pengurusan perusahaan terbatas (PT) saat manual memakan waktu 30 hari saat ini hanya tujuh menit saja," kata Agus, di Kantor Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2017).

Ia pun menjelaskan jika pembangunan AHU online ini, pihaknya harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp136 miliar yang digunakan untuk membangun fasilitas, sumber daya manusia, sistem, dan data center.

Namun, sambung dia, dari anggaran yang dikeluarkan tersebut, pemerintah sudah mendapatkan Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) sejak 2013 sampai pertengahan 2017 ini mencapai Rp3 triliun.

"Saat ini kami masih terus mengembangkan AHU online terutama pembangunan data center dan perbaikan server untuk memback up data. Karena jika dalam sehari AHU online mengalami gangguan, kami akan merugi Rp5 miliar," tuturnya.

Sementara itu, Chairman of the State Agency of Public Service and Social Innovations, Inam Karimov menyampaikan pihaknya mengapresiasi atas keberhasilan Ditjen AHU Kemenkumham membangun aplikasi AHU online.

Pelayanan publik dengan berbasis online, kata dia, merupakan bentuk perhatian negara kepada masyarakatnya.

Dia mengungkapkan Azerbaijan sendiri juga sudah membangun pelayanan publik yang sama berbasis satu pintu dan dinamakan Asan Xidmat.

"Sama seperti AHU online, kami membangun Asan Xidmat pada tahun 2013 lalu. Sampai saat ini sudah ada 1,3 juta masyarakat yang menggunakan pelayanan publik tersebut," kata Inam.

Inam pun mengundang Ditjen AHU untuk bisa datang ke Azerbaijan terkait pelayanan publik kepada masyarakat pada akhir 2017 yang bertepatan dengan peresmian gedung baru Asan Xidmat.

Saat menyambut delegasi dari Azerbaijan, Plh Dirjen AHU yang juga menjabat Sesdirjen AHU ditemani oleh Direktur Teknologi Informasi Agusta Konsti Embly, Direktur Perdata Daulat Pandapotan Silitonga, Kepala Sub Direktorat Ekstradisi dan Pemindahan Narapidana Maktub, Kepala Sub Direktorat Partai Politik Ahsin Thohari, dan Kepala Sub Direktorat Pelayanan Hukum Pidana dan Grasi Adi Ashari. Selain melakukan pertemuan dengan para pejabat eselon I dan II Ditjen AHU, para delegasi Azerbaijan juga melakukan kunjungan ke ruang pelayanan AHU dan ruang server.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini