Soal Perlindungan Anak, Ketua Fraksi PPP: Perlu Sinkronisasi Pemerintah dan DPR

Fahmy Fotaleno, Okezone · Minggu 23 Juli 2017 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 23 337 1742386 soal-perlindungan-anak-ketua-fraksi-ppp-perlu-sinkronisasi-pemerintah-dan-dpr-vMUpkx8NlG.jpg Ilustrasi. (dok.Okezone)

JAKARTA - Pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada Minggu 23 Juli 2017 ini, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati menilai, dalam mendukung hak dan perlindungan anak, dibutuhkan langkah yang saling sinkron antara pemerintah dan DPR dengan berbagai perangkat hukum.

"Sinkronisasi tersebut diharapkan mampu melahirkan program kerja pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memberikan jaminan pemenuhan hak anak dan perlindungannya," kata Reni melalui siaran pers yang diterima redaksi Okezone, Minggu (23/7/2017).

Reni menjelaskan bahwa sinkronisasi tersebut adalah sebuah upaya dalam mencegah permasalahan yang menghinggapi anak muda saat ini. Dimana, sejumlah masalah serius yang mengancam masa depan anak-anak seperti narkoba, pornografi, seks bebas, bullying, kekerasan terhadap anak, termasuk konten media sosial/internet menjadi masalah yang hari ini menempati daftar masalah tertinggi yang mengancam anak-anak.

"Perlu pendekatan yang komprehensif untuk membentengi anak-anak kita dari ancaman-ancaman nyata yang ada di depan kita itu," ujar wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PPP ini.

Melihat permasalahan tersebut, Reni menilai perlu ada penguatan pendidikan formal dan pendidikan agama yang menjadi salah satu benteng untuk memperkokoh dan memperkuat karakater anak Indonesia. Oleh karena itu, tiap-tiap fraksi yang ada di DPR harus mendukung penuh upaya penguatan lembaga pendidikan keagamaan demi menciptakan kondisi lembaga pendidikan yang ideal.

"Ikhtiar yang Fraksi PPP lakukan melalui politik legislasi dan anggaran dengan mendorong penguatan lembaga pendidikan keagamaan melalui RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan yang menjadi insiatif Fraksi PPP di DPR RI," ujarnya.

Reni sendiri juga mengungkapkan bahwa HAN sebagai sebuah momentum yang mampu mengubah arah pembangunan nasional untuk berpihak kepada kondisi anak bangsa dan persiapan bagi mereka dalam menghadapi masa depan.

"Peringatan hari anak Indonesia 23 Juli ini harus dijadikan momentum bangsa ini untuk menyiapkan anak-anak kita sebagai generasi masa depan yang tangguh, berakhlakul karimah, inovatif dan tetap menjunjung tinggi budaya nusantara. Tantangan untuk menyiapkan generasi unggulan itu semakin berat dan menantang," tutupnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini