nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Musyawarah Mufakat Tercapai, 3 Partai Ini Berharap Paripurna RUU Pemilu Ditunda Pekan Depan

Bayu Septianto, Jurnalis · Kamis 20 Juli 2017 20:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 20 337 1740955 ingin-musyawarah-mufakat-tercapai-3-partai-ini-berharap-paripurna-ditunda-pekan-depan-KMRGuygWZ6.jpg Sidang Paripurna revisi UU Pemilu (Foto: Bayu/Okezone)

JAKARTA - Tiga fraksi partai diketahui meminta waktu untuk menunda pengambilan keputusan RUU Pemilu. Hal ini karena belum tercapainya kesepakatan melalui musyawarah mufakat terhadap lima isu krusial. Tiga partai itu adalah Partai Demokrat, Partai Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sekretaris Fraksi Demokrat Didik Mukrianto mengatakan, ketiga partai tersebut meminta waktu untuk merenung dalam pengambilan keputusan lima isu krusial RUU Pemilu. "Kawan dari PKS dan Gerindra menginginkan untuk kontemplasi beberapa waktu, namun tadi belum jadi sebuah keputusan dan dilanjut nanti," ujar Didik di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Demokrat, menurut Didik setuju dengan PKS dan Gerindra yang ingin RUU Pemilu ini selesai dengan jalan musyawarah mufakat. "Secara prinsip kalau itu jalan untuk musyawarah mufakat bukan hanya Demokrat, semua berkeinginan diambil keputusan dengan cara itu," tutur Didik.

Sementara itu, Ketua DPP Gerindra, Ahmad Riza Patria mengatakan tiga isu dari lima isu krusial dapat diputuskan hari ini. Namun dua isu lagi baiknya diputuskan pada Senin pekan depan. Dua isu itu adalah presidential treshold dan metode konversi suara.

"Yang tiga dari lima isu yang sudah selesai bisa diputuskan kemudian yang dua isu dimusyawarahkan lagi mungkin sama hari Senin atau Selasa," ujar Riza.

Namun Riza mengatakan, partai koalisi pemerintah tidak menginginkan hal tersebut. Riza menilai partai pemerintah ingin dilanjutkan dengan mekanisme voting. "Mereka tidak mau (diundur), mereka maunya cepat-cepat," ucap Riza.

Adapun peta ketiga opsi yang mengerucut pada malam ini yaitu:

1. Paket A

- Ambang batas presiden: 20%-25%

- Ambang batas parlemen: 4%

- Sistem pemilu: terbuka

- Besaran kursi: 3-10

- Konversi suara: sainte lague murni2. Paket B

- Ambang batas presiden: 0%

- Ambang batas parlemen: 4%

- Sistem pemilu: terbuka

- Besaran kursi: 3-10

- Konversi suara: kuota hare

3. Paket C

- Ambang batas presiden: 10%-15%

- Ambang batas parlemen: 4%

- Sistem pemilu: terbuka

- Besaran kursi: 3-10

- Konversi suara: kuota hare

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini