Diambil dari Myanmar, Begini Alur Penyelundupan 1 Ton Narkoba ke Indonesia

Badriyanto, Okezone · Kamis 20 Juli 2017 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 20 337 1740571 diambil-dari-myanmar-begini-alur-penyelundupan-1-ton-narkoba-ke-indonesia-nHYizimVcI.jpg barang bukti narkoba jensi sabu seberat 1 ton saat diamankan di Polda Metro jaya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan, berdasarkan hasil penelusuran terhadap proses penyelundupan narkoba seberat satu ton oleh warga negara asal Taiwan itu ternyata diambil dari kawasan Myanmar melalui kapal pesiar asal Taiwan.

Kapal pengangkut barang haram tersebut melewati laut Cina Selatan mengarah ke Johor, Malaysia. Kemudian menyusuri pantai bagian barat hingga masuk Selat Sunda, Anyer, Serang, Banten.

"Disitu (Pantai Anyer), setelah droping dilaksanakan, kemudian kapal ini bergerak lagi ke laut Jawa, Selat Kalimantan dan kemudian lewat Batam," ungkap Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Tito menambahkan, selama perjalanan, para pelaku sempat memindahkan barang selundupannya dari kapal asal ke kapal lain yang sudah dipersiapkan. Mereka juga mematikan GPS-nya sehingga bebas dari radar petugas.

"Ship to ship (perpindahan sabu dari kapal ke kapal lain). Selama dalam perjalanan, mereka mematikan (The Global Positioning System) GPS-nya agar tak terdeteksi," katanya.

Berawal dari informasi kepolisian Taiwan, pihaknya langsung melakukan pengintaian selama dua bulan dan berhasil menyergap para bandar narkoba tersebut sebelum mengedarkan barangnya kepada para pemakai di wilayah Indonesia.

"Polri berhasil mengejar dan menangkap kapalnya. Sekarang kapalnya sudah di Batam dan sekarang juga masih ada barang narkoba lain, jenis lain di dalam kapal itu yang mungkin diselipkan," pungkasnya.

Seperti diketahui, satu ton sabu diselundupkan oleh empat orang warga negara asal Cina yakni Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu dan Hsu Yung Li. Lin Ming Hui ditembak mati karena melawan saat disergap polisi di tepi pantai dekat Hotel Mandalika, Serang, Banten.

Dalam penyergapan itu polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 27 kotak di Innova Gold dan 24 kotak di Innova hitam yang semuanya berisi narkoba seberat satu ton.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini