nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pansus Pemilu Siapkan Lima Opsi Paket Isu Krusial, Ini Paparannya!

Bayu Septianto, Jurnalis · Rabu 12 Juli 2017 16:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 12 337 1734683 pansus-pemilu-siapkan-lima-opsi-paket-isu-krusial-ini-paparannya-fWwJKd52vJ.jpg

JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu menyiapkan lima opsi paket terhadap lima isu krusial dalam RUU Pemilu yang sampai saat ini belum diputuskan. Lima opsi paket itu akan dibahas bersama dengan pemerintah dalam rapat kerja, Kamis (13/7/2017) besok.

"Hasil rapat pansus secara internal hari ini terkait opsi paket isu krusial dan persiapan untuk menghadapi raker besok bersama dengan pemerintah. Pukul 13.00 WIB besok. Pansus menyepakati lima opsi paket isu krusial," ujar Ketua Pansus RUU Pemilu, Lukman Edy usai rapat internal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).

Berikut lima opsi paket isu krusial:

1. Paket A

- Ambang batas presiden: 20/25 persen

- Ambang batas parlemen: 4 persen

- Sistem pemilu: terbuka

- Besaran kursi: 3-10

- Konversi suara: saint lague murni

2. Paket B

- Ambang batas presiden: 0 persen

- Ambang batas parlemen: 4 persen

- Sistem pemilu: terbuka

- Besaran kursi: 3-10

- Konversi suara: kuota hare

3. Paket C

- Ambang batas presiden: 10/15 persen

- Ambang batas parlemen: 4 persen

- Sistem pemilu: terbuka

- Besaran kursi: 3-10

- Konversi suara: kuota hare

4. Paket D

- Ambang batas presiden: 10/15 persen

- Ambang batas parlemen: 5 persen

- Sistem pemilu: terbuka

- Besaran kursi: 3-8

- Konversi suara: saint lague murni

5. Paket E

- Ambang batas presiden: 20/25 persen

- Ambang batas parlemen: 3,5 persen

- Sistem pemilu: terbuka

- Besaran kursi: 3-10

- Konversi suara: kuota hare

Lukman menambahkan lima opsi paket tersebut akan diambil keputusannya pada rapat kerja dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo besok. Nantinya, seluruh fraksi akan menyampaikan pandangan mininya dan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat.

"Jadi besok itu dalam raker pandangan mini fraksi, diungkapkan atau menyampaikan hasil musyawarah terhadap salah satu dari lima opsi tadi," papar Lukman.

Apabila tak teecapai mufakat, lima opsi itu akan diambil keputusannya dalam rapat paripurna pada 20 Juli 2017 melalui voting.

"Nah apabila musyawarah mufakat tidak tercapai maka kelima opsi tersebut akan diajukan ke dalam rapat paripurna untuk diambil keputusan secara suara terbanyak," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini