Pemerintah Terus Mengkaji Pembubaran Ormas HTI

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 10 Juli 2017 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 10 337 1732656 pemerintah-masih-terus-mengkaji-terkait-pembubaran-ormas-hti-GVij9RpGFG.jpg Menko Polhukam Wiranto

JAKARTA - Menteri kordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengungkapkan hingga saat ini Pemerintah Indonesia masih terus melakukan pengkajian terkait rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Maka dari itu tunggu, kami tidak akan kendor, terus mengkaji dengan baik, dan secepatnya kami memutuskan," kata Wiranto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/7/2017).

Eks Panglima ABRI itu menegaskan, pengkajian soal ormas yang diduga tak sesuai dengan idiologi Indoensia bukan hanya HTI, pemerintah juga tengah menelisik ormas lainnya yang dianggap bertentangan.

"Tidak hanya satu ormas saja, tapi seluruh ormas yang nyata-nyata tidak sesuai dengan yang diharapkan dengan membentuk ormas yang baik dan punya peran mencapai cita-cita bangsa Indonesia pasti ada langkah-langkah tegas untuk kita bubarkan," papar Wiranto.

Kendati begitu, Wiranto menjelaskan pembuburan ormas itu bukanlah bentuk kesewenang-wenangan pemerintah. Tetapi, regulasi ormasi di Indonesia memiliki batas dan aturannya tersendiri.

"Maka jangan sampai ini dipolemikkan menjadi berita seakan-akan satu kesewenang-wenangan. Pemerintah sadar kalau kelas menengah negeri ini hidup. Pemerintah paham ormas bagian dari demokrasi tapi ada batas dan aturan mainnya dong," tutur Wiranto.

Diketahui, setidaknya 14 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) meminta pemerintah segera mewujudkan rencana pembubaran HTI dan ormas radikal anti-Pancasila lainnya.

Ke 14 ormas itu adalah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Al-Irsyad Al-Islamiyah, Al Washliyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (PERSIS), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Mathla'ul Anwar, Yayasan Az Zikra, Al-Ittihadiyah, Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Rabithah Alawiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Nahdlatul Wathan dan Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI).

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini