nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SMS Hary Tanoe, Jaksa Agung Dianggap Otoriter

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 23 Juni 2017 19:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 23 337 1723681 sms-hary-tanoe-jaksa-agung-dianggap-otoriter-kh0Ptcuhug.jpg

JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sriwijaya Palembang Bahrul Ilmi Yakup mengatakan Kejaksaan Agung (Kejagung) telah berbuat otoriter lantaran menganggap pesan singkat atau sms Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo kepada kepada Kasubdit Penyidikan Jampidsus Kejagung Yulianto sebagai tindak pidana.

Hal tersebut disampaikan Bahrul lantaran pesan singkat Hary Tanoe bukanlah sebuah ancaman apalagi tindak pidana. Ketua Asosiasi Advocat Konstitusi itu juga heran Kejagung melihatnya sebagai pelanggaran hukum.

"Kejaksaan serta merta selalu anggap masukkan masyarakat sebagai sebuah tindak pidana artinya bertindak otoriter," kata Bahrul saat dihubungi Okezone, Jakarta, Jumat (23/6/2017).

Lebih dalam, Bahrul menegaskan sikap Kejagung bukanlah mencerminkan suatu lembaga aparatur negara yang berbasis pelaksana negara hukum.

Kenapa kejaksaan harus seperti itu, dijelaskan Bahrul lantaran Kejaksaan adalah aparat negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga mempunyai kewajiban menampung apa yang disampaikan masyakarat.

Oleh sebab itu, dia menilai Kejaksaan tidak boleh memperlakukan masukkan masyarakat sebagai tindak pidana. Karena, jika melakukan hal itu merupakan aksi perampasan aspirasi.

"Ini kan Negara hukum dan Kejagubg sebagai pelaksana aparat negara sesuai kewenangan seharusnya siap untuk mendapatkan kritik," tutup dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini