OKEZONE STORY: Alkisah Gubernur Jakarta & Jabar Mantan Tentara Revolusi Saling Ngeledek

Randy Wirayudha, Okezone · Minggu 18 Juni 2017 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 16 337 1718214 okezone-story-alkisah-gubernur-jakarta-jabar-mantan-tentara-revolusi-saling-ngeledek-Oba7Bpd6HM.jpg Solihin Gautama Purwanegara (Foto: Iman Herdiana/OKEZONE)

JAKARTA dan Jawa Barat (Jabar). Dua daerah yang paling ramai kalau sudah bicara politik hingga sosial masyarakatnya. Politik soal Pilkada, sosial masyarakat ya terkait kebanggaan kedaerahan, apalagi kalau sudah menyangkut sepakbola antara Persija dan Persib.

Seperti kita tahu, Jakarta sebelumnya juga ramai dan paling bikin heboh politiknya saat bergulirnya Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI yang juga jadi bagian dari Pilkada Serentak 2017. Nah, tahun depan Pilgub Jabar juga nampaknya takkan kalah ramai.

Bicara gubernur dan pemimpin dua daerah bertetangga ini, sempat muncul sebuah cerita saling ledek antargubernur. Ketika Jabar sedang ingin meneladani Jakarta dalam melakukan pembangunan di era 1970-an.

Saat itu, Gubernur Jabar dijabat Solihin Gautama Purwanegara (GP). Eks petarung revolusi di zaman kemerdekaan dari Divisi Siliwangi yang akrab disapa Mang Ihin.

Tahun 1970, Jabar yang sedang ingin melakukan pembangunan di wilayah-wilayah pinggiran, sowan ke Gubernur DKI Jakarta yang dijabat Ali Sadikin. Kebetulan, Ali Sadikin juga mantan tentara.

Ketika itu, Jakarta jadi daerah percontohan berkat sejumlah keberhasilan pembangunan. Jadi ya jangan heran kalau pembangunan Jakarta sekarang, pasti apa-apa dibandinginnya sama zamannya Ali Sadikin, kan?

Kembali ke kisah antara Solihin GP dan Ali Sadikin, keduanya ternyata terlibat saling ledek. Kisah yang tertuang dalam buku β€˜Cenderamata 80 Tahun Solihin GP’.

Saat sedang terlibat obrolan tentang masing-masing daerah, Ali Sadikin nyeletuk ingin mengklaim area-area perbatasan Jakarta dan Jabar. Daerah seperti Tangerang (dulu Tangerang masih Jabar, belum ikut Provinsi Banten), Depok, Bekasi dan Bogor dengan alasan, daerah-daerah potensial itu belum mampu diurus Provinsi Jabar.

"Jawa Barat tidak bisa melakukan pembangunan, sedangkan saya didesak oleh masyarakat agar memperluas daerah perbatasan antara DKI Jakarta dan Jawa Barat. Untuk itu, agar diikhlaskan saja saya membangun daerah perbatasan itu. Apalagi kan kita sama-sama dilahirkan di Jawa Barat," cetus Ali Sadikin.

Hal itu sempat bikin kelu hati Solihin GP. Tapi alih-alih meluapkan kemarahan, Solihin GP malah β€œsukses” bikin counter attack alias ledekan balik kepada Ali Sadikin.

"Kalau Bang Ali ahli strategi yang ulung dan hebat, jadikan saja Jawa Barat dan DKI Jakarta satu provinsi,” timpal Mang Ihin menyindir balik.

Seiring berjalannya waktu, Solihin GP bak jadi Ali Sadikinnya Jabar. Jadi tokoh yang dihormati sampai sekarang.

Namun jika Ali Sadikin sudah berpulang ke Rahmatullah sejak 20 Mei 2008, Solihin GP masih hidup, meski beberapa waktu lalu sempat kritis keadaannya. Mang Ihin terserang stroke dan dirawat di Rumah Sakit Advent, Kota Bandung.

Keadaannya yang kritis juga mendatangkan simpati dan doa-doa dari berbagai pihak. Mulai dari masyarakat Jawa Barat, hingga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sempat menjenguknya, 10 Juni 2017 lalu.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini