Pemerintah dan Pansus Gelar Lobi Jelang Ambil Keputusan 5 Isu Krusial RUU Pemilu

Bayu Septianto, Okezone · Rabu 14 Juni 2017 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 14 337 1715780 pemerintah-dan-pansus-gelar-lobi-jelang-ambil-keputusan-5-isu-krusial-ruu-pemilu-kzhbaAAm5w.jpg Mendagri Tjahjo Kumulo bersama Pansus RUU Pemilu (Antara)

JAKARTA – Perwakilan pemerintah menggelar lobi politik dengan wakil Pansus RUU Pemilu menjelang pengambilan keputusan lima isu krusial dalam RUU Pemilu yang masih jadi pembahasan alot. Lobi itu bagian dari konsolidasi pengambilan keputusan.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, lobi-lobi yang dilakukan pemerintah dengan fraksi-fraksi di DPR juga bagian dari pembahasan RUU Pemilu untuk mematangkan lima isu krusial.

"Pembahasan Pansus jangan diliat secara fisik di sini. Lobi juga menjadi bagian. Ini juga lobi. Mematangkan," kata Tjahjo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/6/2017).

Tjahjo menilai dirinya juga sejalan demgan keinginan sebagian besar anggota Pansus RUU Pemilu yang ingin pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah mufakat ketimbang melalui voting.

Bahkan, Tjahjo menyebut pemerintah lebih banyak mengalah saat Pansus RUU Pemilu mengambil keputusan terhadap isu-isu RUU Pemilu lainnya.

"Karena semangat teman-teman pansus, kalau bisa dimusyawarahkan kenapa mesti voting. Pemerintah juga gitu. Pemerintah banyak mengalah loh kalau anda cermati, enggak mungkin kepentingan partai harus mutlak, pasti harus ada yang berkorban," tutur Tjahjo.

Diketahui selama ini terdapat lima isu krusial yang belum diambil keputusannya oleh Pansus RUU Pemilu. Lima isu krusial itu adalah adalah parliamentary treshold, presidential treshold, alokasi kursi per dapil (dapil magnitude), sistem pemilu dan metode konversi suara.

Dari lima isu tersebut yang paling alot pembahasannya terkait ambang batas pencalonan presiden.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini