Perantara Suap Sebut Patrialis Akbar Bocorkan Draf UU Peternakan

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 12 Juni 2017 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 12 337 1714218 perantara-suap-sebut-patrialis-akbar-bocorkan-draf-uu-peternakan-zpgFdPSQf5.jpg Patrialis Akbar

JAKARTA - Perantara suap uji materi UU Peternakan di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamaludin, duduk di kursi pesakitan sebagai saksi untuk Basuki Hariman dan Ng Fenny. ‎Pada sidang kali ini, Kamaludin mengaku pernah bertemu Mantan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar di lapangan golf Rawamangun, Jakarta Timur.

Saat itu, Patrialis disebut memberikan draf putusan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Tanggal 5 Oktober setelah kegiatan golf menceritakan putusan. Pak Patrialis menyampaikan draf ke saya," kata Kamaludin saat ditanya Jaksa KPK dalam sidang kasus suap hakim MK di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (12/6/2017).

Jaksa pun melontarkan pertanyaan kepada Kamaludin terkait berapa banyak dirinya bermain golf dengan Patrialis Akbar.

"Pertama di Batam. Waktu itu Pak Patrialis minta saya ke sana. Kemudian di Royal Golf main sama Pak Basuki juga," jawab Kamaludin.

Saat menerima draf putusan uji materi UU Peternakan dari Patrialis, Kamaludin mengatakan Patrialis menghubungi Ahmad Ghozali guna menyampaikannya kepada Basuki.

"Pak Patrialis bilang segera dimusnahkan saja draf itu karena berbahaya," terang Kamaludin.

Ia berdalih alasan terjadinya suap judicial review UU Peternakan ini dikarenakan Basuki yang juga pengusaha daging sapi kesulitan menjual dagangannya. Pasalnya, saat itu impor daging telah diperbolehkan masuk ke Indonesia.

"Penjualan (Basuki) menurun karena daging impor jadi susah berjualan," ungkap Kamaludin.

Kamaludin akhirnya mempertemukan Basuki dengan Patrialis di salah satu restoran milik anak Basuki. Dalam pertemuan itu, kata Kamaludin, Basuki membahas UU Peternakan tersebut.

"Iya awalnya (Basuki) menceritakan usaha restoran, lalu bicara kondisi sosial. (Di akhir pembicaraan) akhirnya membahas itu (UU Peternakan)," tutur Kamaludin.

Lebih lanjut, Kamaludin menjelaskan, mengenai keinginan Basuki itu, Patrialis disebut memberi saran kepada Basuki untuk membuat surat permohonan uji materi.

"Iya, karena undang-undang ini sudah lama tak dibahas. Kemudian Pak Patrialis bilang coba buat surat agar perkara ini bisa menjadi perhatian hakim MK," terang Kamaludin.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini