nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FOKUS: Tol Trans Jawa Belum Rampung 100%, Pemudik Wajib Waspada Setiap Saat

Randy Wirayudha, Jurnalis · Senin 12 Juni 2017 19:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 12 337 1714073 fokus-tol-trans-jawa-belum-rampung-100-pemudik-wajib-waspada-setiap-saat-Ra4670hv8d.jpg Ruas Tol Pejagan-Pemalang yang masih dalam penyelesaian (Foto: Antara)

JALAN tol nonstop kemungkinan besar akan jadi primadona pemudik. Jalan tol Trans Jawa yang tentunya kalau dihitung-hitung waktu (tanpa macet), akan menghemat pemudik beberapa jam, ketimbang harus lewat jalur Pantai Utara (Pantura).

Sejak jauh-jauh hari, mulai muncul persepsi bahwa para pemudik dari arah Jakarta ke Jawa Tengah, sudah bisa nonstop lewat tol. Tol Trans Jawa yang sambung menyambung dari Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Cikopo-Palimanan (Cipali), Palimanan-Kanci (Palikanci), Kanci-Pejagan, Pejagan-Brebes Timur, Brebes Timur-Weleri.

Rangkaian tol itu merupakan bagian dari Tol Trans Jawa di bagian barat yang nantinya, total akan menghubungkan Merak di Banten hingga ke Banyuwangi di Jawa Timur. Tol Trans Jawa itu sendiri merupakan bagian dari Asian Highway 2 (AH2) yang membentang dari Khosravi di Iran hingga ke Denpasar, Bali, Indonesia!

Kita akan mengulas soal AH2 itu di artikel berikutnya. Tapi kini kita fokus dulu soal Tol Trans Jawa yang sayangnya, belum akan 100% rampung dan layak dilewati para pemudik.

So far, jalur tolnya baru layak sampai Pemalang saja. Sementara untuk Pemalang ke Weleri, Kabupaten Kendal yang tinggal sekira 40 kilometer dari Kota Semarang, belum sepenuhnya layak beroperasi.

Akan tetapi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono, tetap akan membuka ruas tol Pemalang-Weleri itu pada H-10 Hari Raya Idul Fitri. Kondisi tolnya masih sangat berdebu, rambu-rambunya belum permanen dan belum ada sejumlah fasilitas, seperti rest area.

Makanya, tol itu tetap akan dibuka dengan status fungsional alias darurat, di mana para pemudik takkan dipungut biaya atau gratis! Untuk jalurnya, hanya berupa pengerasan beton tipis yang hanya bisa dilalui kendaraan kecil dengan kecepatan rata-rata 40 kilometer per jam.

"Masih ada pengerjaan sedikit, termasuk penambahan rambu untuk memandu para pemudik nantinya. Saya pastikan pada H-10 sudah bisa dilalui oleh para pemudik. Kami imbau para pemudik memacu kendaraannya dengan pada kecepatan rata-rata 40 km per jam," ungkap Basuki.

“Saya sudah sampaikan kebutuhan untuk menambah lampu penerangan jalan di waktu malam dan reflektor lampu mobil agar lebih aman. Untuk jalanan yang masih berdebu akan segera dibersihkan dan seluruh pekerjaan konstruksi akan dihentikan pada H-10 Lebaran.

Begitu juga soal Jembagan Kali Sambung yang jadi titik kritis. Basuki menyatakan besok, Selasa 13 Juni 2017 akan rampung dicor. Tidak ketinggalan jalan layang Kandeman di Kabupaten Batang yang juga akan dikebut perampungannya.

“Jalur tol fungsional ini bisa dicapai selama kurang tiga jam dengan kecepatan 40 kilometer per jam sepanjang 110 kilometer dan tentunya, dengan syarat tidak ada kepadatan saat mudik nanti,” timpal Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna.

“Kalau lalui jalur Pantura itu bisa empat jam lebih. Kalau lewat tol ini, bisa kira-kira kurang dari tiga jam dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam,” tandasnya.

Tidak hanya yang dari arah Jakarta ke Semarang, tol Trans Jawa arah Semarang-Surabaya juga sudah mulai dibuka yang juga belum 100% rampung. Seperti ruas Solo-Ngawi yang masih 91%, Ngawi-Kertosono 97%, Kertosono-Mojokerto 100%, Mojokerto-Surabaya 100%, serta Gempol-Pasuruan 76%.

Untuk para pemudik yang ingin menjajal tol-tol yang masih “perawan” ini, disarankan untuk mempersiapkan diri dan kendaraannya dengan maksimal. Pasalnya masih minim fasilitas.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini