Share

Sidang Alkes, Eks Menkes Siti Fadilah Sebut Dakwaan Bantu PAN Tak Terbukti

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 07 Juni 2017 23:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 07 337 1710447 sidang-alkes-eks-menkes-siti-fadilah-sebut-dakwaan-bantu-pan-tak-terbukti-czm8LEZZF8.jpg Eks Menkes Siti Fadilah Supari (Foto: Arie Dwi)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan perkara korupsi dana alat kesehatan (alkes) dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Siti Fadilah Supari. Sidang kali ini diagendakan pembacaan nota pleidoi dari terdakwa.

Dalam nota pembelaannya, Siti Fadilah menyatakan pembuatan surat rekomendasi penunjukan langsung yang ditandatanganinya dalam pengadaan alkes guna mengantisipasi kejadian luar biasa pada tahun 2005 di Depkes sudah melalui prosedur yang benar.

"Dakwaan JPU bahwa Menkes memerintahkan secara lisan untuk memenangkan PT Indofarma atau membantu PAN (Partai Amanat Nasional) tidak terbukti sama sekali," ujar Siti di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).

Dalam nota pembelaannya, Siti juga keberatan dengan apa yang didakwa oleh Jaksa KPK. Menurut Siti, banyak fakta persidangan yang justru meringankan dirinya tidak diungkap dalam persidangan.

Sebelumnya, dalam surat dakwaan Jaksa KPK, Siti disebut menunjuk PT Indofarma Global Medika, sebagai penyedia buffer stock. Atas penunjukan langsung itu, PT Indofarma memperoleh keuntungan sebesar Rp1,5 miliar dan merugikan negara sekitar Rp6,1 miliar.

Siti pun menganggap bahwa dakwaan yang dirancang KPK tersebut penuh dengan rekayasa dan hanya untuk menjatuhkan dirinya. Padahal, sambung Siti, banyak fakta-fakta perkara yang dianggap dihilangkan oleh KPK.

"Saya hanya ingin mengungkapkan, kasus ini kezaliman yang sistematis," ungkap Siti.

Dia menegaskan, ketika menjabat Menteri Kesehatan (Menkes) era Susilo Bambang Yudhyono (SBY) tidak berafiliasi dengan partai politik manapun. Dia menjelaskan, bahwa dirinya hanya bagian dari organisasi Islam Muhammadiyah.

"Saya menjabat sebagai Menkes juga atas pilihan bapak SBY langsung dan dalam waktu yang hanya dua jam," pungkasnya.

Diketahui, Jaksa KPK telah menuntut enam tahun penjara dengan denda sebesar Rp500 Juta subsider enam bulan kurungan terhadap Siti Fadilah. Bukan hanya itu, Jaksa KPK juga mewajibakan Siti untuk membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp1,9 miliar subsider β€Žsatu tahun kurungan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini