Share

Ngeri.. Densus Ringkus Penyandang Dana 4 WNI Sekaligus Buronan Filipina

Dara Purnama, Okezone · Rabu 07 Juni 2017 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 07 337 1710206 ngeri-densus-ringkus-penyandang-dana-4-wni-sekaligus-buronan-filipina-rhQoYi7VEd.jpg Densus 88. (Foto: Antara)

JAKARTA - Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang pria berinisial RS (34) karena diduga menjadi penyandang dana bagi empat warga negara Indonesia (WNI) yang kini masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) Filipina National Police (PNP). RS ditangkap di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa 6 Juni 2017.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menjelaskan  RS diduga memberikan fasilitas dan uang sebesar USD7.500 kepada empat orang WNI yang kini menjadi buronan kepolisian Filipina, yakni Al Ikhwan Yushel, Yayat Hidayat Tarli, Anggara Suprayogi, Yoki Pratama Windyarto.

"RS ditangkap terkait pemberian fasilitas keberangkatan dan uang sangu kepada empat orang yang kini dicari kepolisian Filipina," kata Martinus di Pos Polisi Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (7/6/2017).

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengatakan  berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa RS mengirimkan uang kepada empat orang WNI tersebut sebanyak dua kali.  Untuk pemeriksaan lebih lanjut, RS dibawa ke Jakarta.

"Saat ini sedang diperiksa, penyidik memiliki waktu 7 x 24 jam untuk memeriksa secara intensif," sambungnya.

Sebelumnya, Kepolisian Filipina memasukkan nama tujuh WNI ke dalam daftar pencarian orang (DPO) karena diduga terlibat dalam bentrokan militer dengan Maute, kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS di Kota Marawi. Ketujuh orang tersebut adalag Al Ikhwan Yushel, Yayat Hidayat Tarli, Anggara Suprayogi, Yoki Pratama Windyarto, Moch. Jaelani Firdaus, Muhamad Gufron, dan Muhammad Ilham Syahputra. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini