Share

Simak Polemik on TV RUU Pemilu di Ambang Batas di iNewsTV Malam Ini pukul 19.00 WIB

Tim Okezone, Okezone · Kamis 01 Juni 2017 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 01 337 1705387 ruu-pemilu-di-ambang-batas-SNaN0tJ7Hr.jpg foto: Illustrasi Okezone

JAKARTA - Undang-undang Pemilu selalu berubah setiap lima tahunnya. Tapi, pemerintah dan legislatif selalu mengulangi kesalahan yang sama dengan para pendahulunya. 

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu selalu molor dari jadwal dari target waktu yang sudah ditetapkan. Meski masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) pada Januari 2016, pemerintah baru menyerahkan draf RUU Pemilu pada Oktober 2016.

DPR melalui Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk baru memulai pembahasan pada Februari 2017. Target waktu pengesahan pun sudah tiga kali berubah, yakni: 28 April 2017, 18 Mei 2017, dan akhir Mei 2017. Hingga awal Juni 2017 ini, pembahasan RUU Pemilu masih belum rampung. DPR terkesan lebih memperjuangkan hal yang menguntungkan partai politik saja.

Hal ini dapat dilihat ketika Pansus berkutat pada pembahasan penambahan 15 kursi yang disepakati oleh semua fraksi. Tidak hanya itu, Pansus RUU Pemilu yang dibahas pemerintah pun masih berdebat soal angka ambang batas.

 Ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold) dan ambang batas pengajuan calon presiden (Presidential Threshold). Seolah tidak belajar dari pengalaman, RUU terkait kepemiluan ini selalu berdebat panjang pada pembahasan ambang batas. Sehingga isu-isu krusial lainnya tidak sempat dibahas dan akan berdampak pada kualitas pemilu.

Mengacu pada UU Pemilu 2014, pembahasan RUU Pemilu dimulai sejak tahun 2010 dan baru disahkan pada tahun 2012. Sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan penyelenggaraan pemilu.

Tapi, untuk yang Pemilu 2019 yang serentak pelaksanaan pemilihan legislatif dan presiden, hingga pertengahan 2017 belum final. Padahal, tahapan Pemilu 2019 sudah dimulai sejak Oktober 2017 yang tinggal beberapa bulan lagi.

Mepet dan terburu-burunya pembahasan RUU Pemilu ini tentu saja menimbulkan pertanyaan skeptis bagi masyarakat. Mampukah kita menghasilkan pemilu serentak yang pertama kali dilaksanakan ini berkualitas? Mungkinkah angka ambang batas yang diperdebatkan berjalan tanpa memasung demokrasi?.

Simak pembahasan dalam diskusi Polemik on TV yang dipandu oleh jurnalis senior Latief Siregar bersama sejumlah narasumber eksklusif. Diskusi yang berdurasi 1,5 jam ini akan dihadiri oleh: Ketua Pansus RUU Pemilu, Lukman Edy; Anggota Fraksi Golkar, Rambe Kamarul Zaman; Anggota Fraksi Demokrat, Fandi Utomo; Komisioner KPU, Ilham Saputra; Koordinator Formappi, Sebastian Salang; Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis; dan Peneliti Perludem, Kholil Pasaribu.

Diskusi berformat Sidang Istimewa yang dipimpin oleh pengacara senior Dea Tunggaesti ini, akan hadir Kamis malam (01/06) pukul 19.00 WIB hanya di iNews TV.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini